Sains Dalam Percakapan Nasr

Beruntung aku mendapatkan buku ini, Islam, Science, Muslims and Technology yang ditulis pemikir Islam kontemporer terkemuka, Seyyed Hossein Nasr. Beliau ini profesor kajian Islam di Universitas George Washington sekaligus Presiden Foundation for Traditional Studies.

Buku ini merupakan sebuah catatan alias dialog antara Seyyed Hossein Nasr dan Muzaffar Iqbal.  Yang disebut terakhir adalah Presiden Center of Islam and Science, Kanada.

Tapi sebenarnya, kalau dibaca-baca, gak juga sih murni dialog antara mereka berdua, juga ada catatan Muzaffar Iqbal tentang konferensi OIC alias OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang menggiriskan. Kenapa menggiriskan? karena ternyata perhelatan akbar itu, yang menghadirkan pembicara sekelas Seyyed Hossein Nasr dan Presiden Pakistan, ternyata minim peserta, hingga panitia terpaksa mendatangkan peserta dadakan agar ruangan itu penuh saat kedua Keynote Speaker berbicara. Memprihatinkan…

Betewe, buku ini menghadirkan–menurutku, dua pandangan berbeda mengenai sains dan teknologi di dunia Islam. Yang pertama lebih bersifat ideal dimana ada cita-cita dan harapan agar umat Islam cakap dalam bidang sains dan teknologi seperti masa lampau. Saat-saat jayanya Dinasti Abbasiyah. Kedua, lebih bersifat realitas. Kondisi umat Islam sekarang ini sangat memperihatinkan. Ada yang saling berperang, diperangi, miskin, terbelakang,  dll, sementara pengembangan sains dan teknologi itu membutuhkan dana besar. Jadi agak utopis gitu kalo kita berharap bisa kuat di bidang teknologi sementara kondisi umat Islam masih kayak sekarang.

So, intinya adalah, kita mesti membenahi dulu hal-hal dasar seperti kemiskinan dan kebodohan, baru setelah itu menggapai keunggulan di bidang sains dan teknologi.

Well, buku ini bagus banget. edisi yang aku baca masih bahasa Inggris, nggak tau apa udah diterjemahin ke bahasa Indonesia. Buku ini terbitan Islamic Book Trust, Kualalumpur dan Al Qalam Publishing.

gambar dari sini

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.