Kemana Cerita Silat Indonesia?

Beruntunglah para pembaca yang masih sempat merasakan kejayaan cerita-cerita silat Indonesia. Mereka dimanjakan dengan kisah-kisah menakjubkan dari penulis dan komikus yang luar biasa.

Saking luar biasanya, sebagian besar dari cerita-cerita itu menjadi kanon dalam dunia cerita silat Indonesia. Sebut saja Jan Mintaraga dengan tokoh Kelelawarnya. Ganes Th dengan Si Buta Dari Gua Hantu dan the master of novel silat Indonesia, Bastian Tito dengan Wiro Sablengnya yang legendaris.

Meski saya baru menikmati cerita-cerita fantastis itu di tahun 90an, namun saya merasa beruntung, karena sempat merasakan masa keemasannya. Saya masih ingat hari-hari yang saya habiskan di berbagai taman bacaan untuk menikmati kelihaian Jan Mintaraga menulis kisah. Saya cemas saat sang Kelelawar dikalahkan musuhnya dan bahagia saat ia berhasil membangun reputasinya di dunia persilatan. Hati saya ikut berdebar-debar menanti kepastian cinta segitiga antara Wiro Sableng, Bidadari Angin Timur dan Ratu Duyung yag ditulis Bastian Tito.
Kini, semua itu tinggal kenangan. Puluhan novel Wiro Sableng saya raib tak tentu rimba. Sebagian besar dipinjam teman-teman yang tampaknya betah menyimpan buku itu hingga sekarang. Sebagian lagi mungkin tercecer karena kelalaian saya. Taman-taman bacaan sudah tak lagi menyimpan cerita silat. Umumnya koleksi mereka adalah novel-novel baru yang banyak bercerita seputar percintaan para vampir, atau malaikat dan iblis. Jauh sekali dari akar budaya saya.
Terus terang saya merindukan novel-novel silat yang dikemas rapi dan indah. Saya beberapa kali mencari novel-novel silat terkini untuk memuaskan rasa rindu. Beberapa yang saya dapat adalah novel Nagabumi jilid 1 & 2 karya Seno Gumira Ajidarma, lima jilid Senopati Pamungkas karya Arswendo Atmowiloto dan dua seri silat karya penulis Makmur Hendrik, yakni Giring-giring Perak dan Tikam Samurai. Belakangan, teman yang tahu saya menyukai kisah-kisah semacam itu berkenan memberi saya satu seri lengkap komik Kelelawar karya Jan Mintaraga.
Akankah bangkit kisah-kisah silat Indonesia? Saya berharap demikian. Sebab, cerita-cerita seperti ini bagi saya sangat membumi, sangat mengindonesia. Mudah-mudahan, nanti kisah-kisah vampir, penyihir dan serigala jadi-jadian yang kini merajai dunia perbukuan kita, berganti dengan kisah para pesilat dengan segala romantikanya

Maya Lestari Gf. Penulis novel silat Kupu-kupu Fort de Kock

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.