Beberapa Hal Tentang Menulis Novel: Tokoh Utama yang Tidak Muncul dalam Cerita

Oleh Maya Lestari Gf.

Menyambung orat-oret sebelumnya, aku mau cerita soal novel yang tokoh utamanya gak dimunculkan dalam cerita. Jangan bingung @_@

Tapi sebelumnya kita bahas dulu apa itu tokoh utama dan mengapa ia disebut demikian?

Tokoh utama adalah tokoh yang tanpa dia cerita gak bakalan ada. Gak peduli berapa panjang/pendek durasi kemunculannya, selama dia gak dihadirkan dalam cerita, maka cerita itu gak bakal jalan. Misal, dalam Sherlock Holmes yang jadi tokoh utamanya adalah ya si Sherlock sendiri, meskipun cerita dinarasikan dari sudut pandang Watson dengan cara POV 1 dan Watson ini hadir sepanjang cerita.

Nah, sekarang aku akan mengajak kita semua bertualang ke negerinya Orang-orang Sicilia, novel apik karya Mario Puzo (dia penulis novel Godfather yang beken itu)

Novel itu mengisahkan seseorang (kita sebut dia Michael, aku lupa namanya) yang mencari tokoh perjuangan rakyat Sisilia bernama Guilliano. Ia pun berkelana kemanapun termasuk ke tempat-tempat berbahaya untuk menemukan keberadaan Guilliano. Sosok Guilliano meskipun tidak dinyatakan kehadirannya oleh Puzo, namun terasa hidup, seolah dia adalah sosok yang hidup dalam album foto dan kita bisa mengamati postur dan ekspresinya. Setiap bab selalu menghadirkan jiwa Guilliano, sehingga aku sampai menyimpulkan, bahwa dialah sesungguhnya tokoh utama cerita. Sebab, tanpa dia, cerita itu gak akan ada. Michael bisa siapa aja, karakternya bisa digantikan tokoh manapun, tapi Guilliano seperti anak tunggal. Cuma ada satu di keluarga Sicilia.

Menurutku inilah yang membuat Orang-orang Sicilia jadi menarik. Banyak tokoh utama dalam novel-novel yang kubaca, namun terasa mati, tak hidup dalam pikiran. Sementara Guilliano terasa hidup dan bernapas meskipun dia tidak ada. Kuanalisa, ada beberapa poin mengapa ia terasa begitu hidup:

1. Puzo menghadirkan lingkaran keluarga Guilliano yang semuanya bercerita tentang Guilliano melalui lisan, gestur, kenangan dan barang-barang pribadi Guilliano yang mereka pelihara baik-baik

2.Puzo memunculkan tokoh-tokoh rakyat jelata yang hidupnya dibela dengan darah dan keringat Guilliano. Ini memunculkan simpati pembaca pada Guilliano

3. Puzo membawa pembaca menapaktilasi daerah Sisilia yang keras sekaligus eksotis. Mendiskripsikan tempat-tempat dimana Guilliano pernah tinggal dan kenangan apa yang diingat orang tentang Guilliano disitu dengan teknik show, bukan tell

Sungguh menakjubkan bagiku, bagaimana bisa jatuh cinta begitu dalam pada sebuah tokoh dalam novel. Bahkan sejak pertama kali membaca novel ini lima belas tahun lalu, aku masih belum lupa bagaimana rupanya (rupa! Betapa jelasnya Puzo mendeskripsikan dia! Tubuh tinggi, bahu tegak, paras Italia, rambut panjang, brewokan, sorot mata tajam, alis tebal dan hitam, keras hati, cerdas, berjiwa pemburu). Sangat jarang aku ketemu novel dengn tokoh yang begitu hidup, dan lebih jarang lagi ketemu novel yang tokoh utamanya gak muncul.

Kita semua bisa belajar sangat banyak dari Puzo mengenai cara ia menggarap karakter tokohnya. Buku ini termasuk yang sangat kurekomendasikan untuk dibaca.

Ingat, ya, guru terbaik seorang penulis adalah buku yang bagus. Jadi, bersabarlah menghadapi jumlah halamannya, dan timbalah ilmu dari situ.

Salam

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.