Sedikit Catatan Tentang Menulis Cerita Anak dan Remaja

Oleh Maya Lestari Gf.

(tulisan ini merupakan pengantar workshop menulis cerita anak LP3I, Padang, 13 Mei 2014)

Sebenarnya, menulis cerita untuk anak dan remaja sama sulit atau sama mudahnya dengan menulis cerita untuk dewasa. Sebab, semua genre itu sama-sama membutuhkan passion (hasrat). Sungguh muskil, mereka yang sama sekali tak punya passion dalam dunia literasi bisa menulis cerita dengan bagus. Passion berhubungan dengan minat. Seseorang yang punya minat tinggi dengan sendirinya akan peka terhadap segala sesuatu yang mereka minati. Mereka akan mudah menyerap aneka pengetahuan, baik secara lisan, maupun tulisan, untuk kemudian dijadikan bekal dalam menulis.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana menumbuhkan passion? Pertama, tentu saja sang penulis harus punya ketertarikan menulis cerita anak dan remaja. Kedua, ia sudah atau mulai mengakrabkan diri dengan berbagai cerita anak dan remaja. Ia tak cuma membaca sepuluh atau dua puluh buku saja, tapi lebih dari itu. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhannya terhadap bacaan anak dan remaja, ia akan sering meminjam buku di berbagai pustaka masyarakat ataupun meng-googling bacaan tersebut melalui internet. Sekarang banyak situs yang menyediakan bacaan gratis. Yang paling populer adalah wattpad.com. Di situ ada ribuan novel remaja dan anak yang siap dibaca. Kalau sang penulis sudah memilih untuk berada di dalam dunia bacaan anak dan remaja, maka jalannya untuk menjadi penulis cerita anak dan remaja, terbuka lebar. Kendala pertama sudah ia lewati, kini melibas kendala kedua. Soal bahasa

Keluhan yang acap terdengar dari mereka yang ingin menulis cerita anak adalah, bagaimana menyederhanakan bahasa? Bagaimana memasukkan rasa bahasa anak-anak dan remaja ke dalam cerita? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu kita harus kembali pada kategorisasi cerita anak berdasar usia. Jika cerita ditujukan untuk anak usia di bawah sembilan tahun, tentu bahasa yang digunakan adalah yang sederhana, untuk anak yang berusia di atas itu, tentu sedikit lebih rumit.

Apa yang dimaksud dengan bahasa sederhana? Bahasa sederhana adalah bahasa yang kita gunakan ketika bercakap-cakap dengan anak-anak, atau ketika menulis surat untuk mereka. Bahasa yang mudah mereka pahami. Bahasa yang tidak jauh dari keseharian mereka. Ketika mulai menulis cerita, bayangkan bahwa kita sedang bercakap-cakap dengan mereka.

Nah, bagaimana dengan cerita remaja? Pada dasarnya, menulis cerita remaja (teen lit) sama prinsipnya dengan menulis cerita untuk anak. Bedanya, bahasa yang digunakan sedikit lebih rumit. Mengenai tema, sebenarnya tema apapun bisa diolah menjadi cerita anak dan remaja. Tinggal bagaimana mengolah dan menuturkannya.

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.