Proses Kreatif “Love, Interrupted”

“Love, Interrupted” adalah novelku yang ke tujuh. Novel ini merupakan salah satu pemenang lomba menulis novel Amore untuk kategori penulis berbakat, yang digelar Gramedia Pustaka Utama pada 2013 lalu. 

Novel ini mulai kutulis pada pertengahan September 2013 dan selesai akhir Oktober 2013. Kukirimkan ke panitia awal November 2013. Aku nulisnya cepat karena ide novel ini sudah mengkristal selama setahun di otakku. Pada mulanya aku dapat ide tentang kisah cinta dalam pernikahan, lalu ide itu diolah terus, digabung dengan ide-ide lain yang muncul belakangan. Dari situ aku mendapat batang tubuh cerita. Setelah itu, aku baru merekonstruksi berbagai adegan di sepanjang batang tubuh cerita. Adegan yang menarik namun kurang relevan kubuang. Setelah seluruh cerita itu mengkristal dalam otakku, baru dituliskan dan jadilah Love, Interrupted.

Novel ini berkisah tentang pernikahan yang dipaksakan. Terdengar tidak baru? ya, cerita mengenai perjodohan memang sudah ditulis ratusan bahkan mungkin ribuan penulis. Ide itu digodok berulang-ulang, ditambahani sana sini. Apapun hasilnya, tetap saja ide besarnya adalah “perjodohan”. Yang membuat satu novel ‘perjodohan’ beda dari novel ‘perjodohan’ lainnya adalah, penuturannya. Bagaimana sang penulis meramu konflik, membawa pembaca pindah dari satu peristiwa ke peristiwa lain secara cepat dan rapat, tanpa menyisakan ruang. Semakin kuat dan rapat konfliknya, semakin semakin besar peluang novel itu mendapat penilaian bagus.

Dalam Love, Interrupted, aku mengisahkan Aisha yang dijodohkan dengan Axel, lelaki yang diam-diam ia cintai. Namun, sayangnya, Axel sudah punya kekasih yang dipacarinya selama enam tahun. Hubungan Axel dan sang kekasih tidak direstui keluarga. Itu sebabnya mereka memaksa Axel menikah dengan Aisha, gadis yang mereka sukai pribadi dan latar belakangnya. Klise? tunggu dulu. Kisah cinta ini belum berakhir. Aisha adalah gadis yang cantik dan cerdas. Ia tahu bahwa tak ada yang mudah di dunia ini, termasuk cinta dan pernikahan. Keberhasilan hanya datang berkat kerja keras. Maka, seperti si cerdas Syahrazad yang berupaya menggagalkan pembunuhan atas dirinya melalui cerita-cerita 1001 malam, Aisha pun berupaya membuat Axel jatuh cinta padanya. Aisha cuma punya waktu setahun. Di bulan kedua pernikahan, ia mulai merancang delapan strategi untuk mendapatkan cinta Axel. Strategi itu ia jalani satu demi satu, sangat smooth dan perlahan, bermodalkan kecerdasan dan kesabarannya. Strategi itu aku uraikan bab demi bab. Poinnya satu ‘jika kau ingin mendapatkan cinta seorang lelaki, inilah yang harus kau lakukan’. Saking gamblangnya aku menjelaskan semua strategi itu, sampai-sampai ada pembaca Love, Interrupted (cowok) yang bilang, sejak baca novel itu ia jadi waspada terhadap aneka strategi cewek untuk mendapatkan dirinya (wkwkwkwkw.. :v :v :v). Begitulah, tema bisa jadi sama, tapi eksekusinya bisa jadi sangat berbeda.

Novel ini sudah edar di toko buku Gramedia sejak 15 Mei 2014 lalu. Bagi yang sudah baca sila ikut lomba resensinya ya. Ada hadiah dua voucher belanja buku di toko buku Gramedia Online. Syarat lomba itu bisa dibaca di poster yang kupajang di bagian kanan blog ini.

 

 

 

Share Button

One Reply to “Proses Kreatif “Love, Interrupted””

  1. dewi L

    Novel yg bagus , bahasanya sopan , tp bikin greget. Ada unsur religinya saya suka. Cinta sejati adalah cinta ssdh pernikahan….krn ada ridha Allah didalamnya .

Leave a Reply

Your email address will not be published.