Membuat Drama Untuk Anak dari Dongeng Aesop

Beberapa hari yang lalu ada yang minta info mengenai drama apa yang cocok dimainkan anak-anak. Pertanyaan itu sudah kujawab di kolom komen, namun karena takut nggak terbaca ama yang bersangkutan, kuposting aja jawabannya di sini ya.

Aku pernah beberapa kali melibatkan anak-anak sebagai pelaku dongeng-dongengku. Salah satu yang mengesankan adalah saat aku mendongeng di hadapan sekitar seratusan anak dalam sebuah acara yang aku udah lupa nama, waktu dan tempatnya. Kenapa mengesankan? karena pada waktu itu aku mengundang sekitar sepuluh anak ke atas panggung untuk bermain drama berdasarkan dongeng yang kukisahkan untuk mereka. Nah, karena anak-anak sangat suka dengan fabel, aku pun membuat drama yang tokoh-tokohnya adalah hewan semua, ada ikan paus, lumba-lumba, cumi-cumi, gurita, dll. Ternyata anak-anak itu senang sekali. Mereka berlari-lari kian kemari di atas panggung mengira diri mereka hewan laut sungguhan. Anak-anak yang memang tidak bisa diatur seperti orang dewasa, ternyata sangat menikmati ketidakteraturan yang mereka ciptakan (dengan berlari-lari nyaris sepanjang drama) dan tampaknya tak seorang pun yang merasa itu sebagai kesalahan. Jadi, kupikir, karena semuanya senang, maka drama itu bisa dibilang sukses.

Berdasarkan pengalaman ini, maka selalu, setiap ada yang meminta saran ide drama anak-anak padaku, yang kuusulkan adalah: buat drama tentang hewan. Anak-anak pasti suka.

Nah, sumber ide kisah-kisah hewan berlimpah di dalam fabel-fabel Aesop. Kisah-kisahnya pun sarat dengan pesan moral. Sila kunjungi  situs fabel Aesop ini untuk memilih satu ide. Nanti, kembangkanlah ide tersebut menjadi sebuah drama. Untuk menambah semarak, sila buat topeng-topeng hewan untuk dikenakan anak-anak. Mereka akan suka. Bermain drama pun menjadi sesuatu yang menggembirakan

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.