Love Interrupted: A Review

Catatan: review ini diambil dari kaptenkapten.tumblr.com

Love Interrupted: Ketika Cinta Butuh Strategi

 

Pada dasarnya saya tidak terlalu suka novel cinta, meski pernah beberapa kali membaca novel-novel cinta termasuk novel cinta dari lini Amore GPU. Novel cinta menurut saya penuh drama, seakan-akan hidup ini hanya melulu soal cinta antara lelaki dan perempuan.

Ketika menemukan novel Love, Interrupted di toko buku, saya tidak tertarik pada awalnya, meski ada embel-embel ‘finalis lomba novel Amore’ di atasnya. Namun, ketika membaca nama penulisnya, yakni Maya Lestari Gf. pikiran saya berubah. Sebelumnya saya rada kaget juga, sebab penulis yang satu ini sepengetahuan saya tidak pernah menulis novel cinta. Tiga bukunya yang saya baca, Kutukan Pitopang, It’s My Solitaire dan Kupu-kupu Fort e Kock sama sekali bukan novel cinta. Bahkan novel yang saya sebut terakhir adalah novel silat yang banyak menyajikan adegan pertarungan yang sangat keras. Meski ragu pada mulanya, namun akhirnya saya ambil juga buku itu dari toko buku. Dalam hati berharap menemukan sesuatu yang beda di dalamnya, meski kalau dilihat dari sinopsis di sampul belakang, sepertinya ceritanya klise.

Saya mulai membaca novel itu dua hari setelah dibeli. Paragraf pembukanya langsung membawa saya pada inti permasalahan. Khas gaya Maya Lestari Gf. Makin dibaca, cerita itu makin menarik. Tanpa terasa, waktu dua jam berlalu, dan tamatlah novel itu. Ketika mengakhirinya saya berkata dalam hati, novel ini keren.

Love, Interrupted mengisahkan Aisha, gadis relijius berusia 22 tahun yang dijodohkan keluarganya dengan Axel, pemuda berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai arsitek. Perjodohan itu terjadi karena orang tua Axel tidak menghendaki putra mereka  menikah dengan Amelie, kekasih Axel selama enam tahun. Menurut keluarga Axel, Amelie itu tipe gadis manja yang tidak mampu memikul tanggung jawab sebagai seorang istri. Dari sini konflik muncul. Axel yang cinta mati pada Amelie membuat perjanjian rahasia dengan Aisha, bahwa setelah setahun usia pernikahan, mereka akan berpisah baik-baik, dan selanjutnya Axel akan menikahi Amelie. Pada awalnya Aisha menyetujui, namun di tengah jalan pikiran Aisha berubah.

Aisha ternyata sudah jatuh cinta pada Axel sejak ia masih remaja. Pada mulanya, Aisha memang kecewa dengan sikap Axel, dan memutuskan berperan sebagai orang yang pasif dalam pernikahan tersebut, sebagai korban ambisi Axel dan Amelie. Namun, seiring waktu kesadaran demi kesadaran muncul. Aisha yang cerdas lalu bertekad untuk membuat Axel jatuh cinta padanya. Ia lalu merancang strategi dan menjalankannya secara halus. Ia mengikat Axel sedemikian rupa, hingga Axel sampai di satu titik dimana ia tak bisa lepas dari bayangan Aisha. Maya memaparkan delapan strategi Aisha untuk menjerat Axel ini dengan sangat lugas, baik dan kadang terkesan nakal.

Perjalanan menuju ending cukup menarik. Sikap maju mundur yang ditunjukkan Axel bikin gregetan, tapi bisa dimaklumi karena Amelie adalah kekasihnya selama enam tahun. Tidak mudah memilih antara Aisha atau Amelie. Tapi pada akhirnya toh ia harus memilih.

Novel ini punya cukup banyak kelebihan, diantaranya, alur yang sangat rapi, cerita yang padat dan mengalir, peristiwa dan dialognya tidak mubazir. Karakter dua tokoh utamanya, Aisha dan Axel pun sangat kuat. Terutama karakter Aisha. Penggambaran bahwa ia adalah perempuan relijius yang cerdas, hangat, punya kemauan namun kadang rapuh, dilakukan dengan sangat baik oleh Maya. Maya juga sangat konsisten dengan POV 3 terbatas. Selain itu, karakter Aisha menurut saya juga sangat unik. Dari semua novel cinta yang saya baca sebelumnya, tidak ada yang tokoh utamanya adalah sosok perempuan relijius moderat yang sangat intelek. Untuk kategori novel cinta dewasa, Love, Interrupted juga sangat sopan.

Hal lain yang saya kritisi dari novel ini adalah dramanya. Ternyata, novel cinta dimana-mana sama saja, tetap tak bisa lepas dari drama. Tapi, memang tak bisa dipungkiri, drama adalah bagian paling menarik dari hidup ini.

Randy P

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.