Mengapa Aku Mengoleksi Biografi Rasulullah Muhammad SAWW

image

Aku termasuk orang yang suka membeli buku-buku tentang Rasulullah Muhammad SAWW. Ada keingintahuan yang besar dalam diriku mengenai siapa beliau. Ini membuat aku ingin membaca kisah-kisah beliau dari berbagai perspektif. Entah itu perspektif orang islam sendiri seperti Haekal, maupun dari perspektif non Islam. Bagiku, Rasulullah dan kehidupannya terlalu kompleks bila hanya diceritakan di satu buku, satu sudut pandang maupun satu orang saja. Ada banyak sisi beliau. Beliau bukan hanya seorang nabi, tapi juga panglima perang, ayah, suami, majikan, hamba Allah, pedagang, pemimpin politik dan lain-lain. Aku suka membaca kisah-kisah tentang perasaan beliau, itu membuat aku merasa lebih dekat. Akan lebih mudah bagi kita mengenali seseorang dari sisi emosionalnya. Setiap ketemu buku tentang beliau di toko, aku hampir selalu mempertimbangkan untuk membelinya, apalagi bila sang penulis kukenal baik reputasi keilmuannya.

Dari semua buku tentang Rasulullah yang paling mengesankanku adalah buku yang ditulis Haekal dan Karen Armstrong. Aku suka Haekal karena beliau menulis langsung dari sumber pertama (Alquran dan hadis). Penguasaan hadis beliau sangat baik dan bagus, hingga tak ada ruang untuk meragukannya. Beliau juga bercerita sangat runtut dan baik. Mudah dipahami.

Karen Armstrong juga menulis dengan baik, hanya saja, seperti kebanyakan sarjana barat yang menulis biografi, beliau sepertinya lebih memikirkan alur penceritaan terlebih dahulu, mirip novelis menggarap ceritanya. Selain itu, mungkin karena penguasaan bahasa Arab dan hadis beliau tidak terlalu maksimal, maka sumber yang beliau rujuk kebanyakan sumber-sumber kedua, yakni buku-buku tentang Rasulullah yang ditulis orang lain. Meski begitu, buku yang ditulisnya layak menjadi koleksi karena dua hal, pertama, beliau menulisnya sangat baik, indah dan positif. Aku mengagumi bagaimana beliau memilih kata ‘apartemen’ untuk menggambarkan kamar-kamar istri beliau. Pemilihan kata ini membawa persepsi yang baik di tengah pembaca yang punya pandangan buruk terhadap Rasulullah. Ya, buku beliau ini memang ditujukan bagi pembaca barat yang kadung dibekap stereotip negatif tentang Islam dan Rasulullah. Nggak heran ada ulama Timur Tengah (aku lupa namanya) yang menyebut buku biografi Rasulullah yang ditulis Karen Armstrong sebagai surat cintanya untuk Nabi Muhammad SAWW. Karen memang sangat mengagumi Rasulullah. Kekaguman inilah yang membuatnya menulis buku tentang beliau sampai dua kali. Pertama, Biografi Muhammad, kedua, Muhammad Nabi Zaman Kita. Ini adalah alasan keduaku kenapa buku-buku Karen layak dibaca.

Ada sebagian orang yang kutemukan alergi membaca buku-buku yang ditulis penulis non Islam. Di satu sisi aku bisa memahami keengganan mereka, karena banyak buku yang ditulis orientalis yang cenderung mendiskreditkan Rasulullah. Nah, untuk memilih buku orientalis mana yang layak dibaca, ada tipsnya. Lihat siapa yang menerbitkan. Kalau yang menerbitkan adalah penerbit Islam, maka buku itu pasti sudah melalui saringan yang ketat.

Jangan enggan membaca buku tentang Rasulullah dan Islam yang ditulis orientalis, banyak di antara mereka yang mampu berpikir adil dan positif tentang Islam. Dengan membaca buku-buku yang mereka tulis, kita jadi bisa tahu bagaimana pandangan mereka tentang Rasulullah, dan dengan sendirinya ini juga memperluas wawasan kita.

Share Button

2 Replies to “Mengapa Aku Mengoleksi Biografi Rasulullah Muhammad SAWW”

Leave a Reply

Your email address will not be published.