Membayangkan Anak-anak Dalam Menulis Cerita Anak

Darimana kita harus mulai menulis cerita anak? Mulailah dari bahasa yang kita gunakan saat bercerita pada anak-anak. Bayangkan saat ini ada sekelompok anak duduk di depan kita, siap menyimak setiap cerita dari mulut kita. Mungkin kita akan memulai kisahnya dengan kalimat seperti ini.

Saat itu malam hari. Bulan tertutup awan, jadi semuanya terlihat gelap. Seorang pencuri berjalan ke sebuah rumah yang ada di ujung gang. Pencuri itu tahu bahwa di dalam rumah itu, sedang tidur seorang pedagang kaya. Pedagang itu adalah sepupu yang punya rumah. Ia baru datang tadi pagi dengan gelang-gelang emas yang berkilau di tangannya.

Atau kita mungkin akan memulai cerita dengan kalimat berikut

Niko suka sekali menggambar. Ia menggambar dimana saja. Di buku gambar, di buku tulis kakaknya, di seprei ibu, di dinding rumah, bahkan di pintu lemari. Niko suka membuat balon yang sangaaaaat besar. Ia akan menggambar banyak sekali balon warna warni, dan memberi gambar tali. Kata Niko, itu adalah balon ajaib. Siapa saja bisa terbang ke angkasa dengan balon itu, seperti dalam film ‘Up’.

Ibu sudah sering bilang, “Niko, jangan menggambar di dinding. Gambarlah balonmu di buku gambar.” Tapi Niko tidak mau. Katanya, buku gambar terlalu kecil, ia butuh tempat untuk menggambar balon yang sangaaaaaat besar.

Menulis cerita anak sambil membayangkan diri kita bercerita pada mereka, akan lebih memudahkan kita menemukan kata-kata yang cocok. Nggak mungkin dong saat bercerita pada mereka kita bilang

Lapak kue pancung Bu Sur sangat ramai sore ini, bahkan terlalu ramai. Orang-orang datang dan pulang membawa berkantong-kantong kue pancung beraroma mentega dan kayu manis.  dst…

Bahasa di atas bukanlah bahasa anak-anak, kita semua bisa merasakannya. Bila berhadapan dengan mereka, secara otomatis, alam bawah sadar kita akan menyesuaikan diri dengan bahasa mereka. Nah mengapa cara ini tidak dicoba? Saat berada di depan laptop, bayangkanlah di depan kita ada sekelompok anak-anak yang tak sabar menunggu cerita kita. InshaAllah, secara otomatis, alam bawah sadar kita akan menyesuaikan diri.

Demikian. Selamat berlatih 🙂

 

Jangan lupa membaca banyak buku cerita anak.
salam,

Maya Lestari Gf.

 

 

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.