Amazing Fables di Hutan Bunga

12049468_10153347940609830_725640190744891734_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yeay! akhirnya buku ini keluar juga. Proses penerbitan buku ini terhitung cukup lama. Setahun! Bagian paling lama ada pada membuat ilustrasinya. Ya, buku ini memang penuh dengan ilustrasi cerita yang sangat menarik. Full colour pula. Pokoknya, tiap lembar dalam buku ini sangat eye catching.

Sebenarnya kisa-kisah dalam Amazing Fables ini aku buat berdasarkan Asmaul Husna. Misalnya, nama Ar Rahman yang artinya Maha Penyayang semua makhluk yang aku terjemahkan menjadi kisah singa yang menyayangi seluruh hewan yang ada dalam lindungannya di Hutan Bunga. Atau nama Al Malik yang aku terjemahkan menjadi kisah singa yang sangat berwibawa, berani dan punya marwah dalam menghadapi rombongan serigala yang hendak memangsa seekor rusa kecil.

Memang sih, di buku ini aku tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa cerita x, y, atau z ditulis berdasarkan nama Allah yang ini atau itu. Yang ada dalam buku ini hanyalah penerjemahan maknanya dalam cerita-cerita. Mudah-mudahan, setelah membaca cerita-cerita di dalamnya, pembaca cilikku akan memiliki lautan kasih sayang dalam hatinya kepada alam semesta ini.

Awalnya, aku mengirim lima cerita ke Mbak Aminah Mustari, editor Al Kautsar Kids, email balasan yang kuterima sangat menyenangkan sekaligus bikin berdebar-debar, karena Mbak Mimin minta aku menambah cerita hingga total semuanya menjadi 110 ribu karakter. Bolak-balik aku membaca tafsir Asmaul Husna, namun setelah sekian lama, ide yang datang sedikiit sekali. Kemudian, yang paling menyedihkan, baru separuh jalan aku mengerjakan naskah ini, ibuku meninggal, membuat hidupku agak berantakan pada masa itu. Untunglah Mbak Mimin orangnya pengertian, beliau bersedia memberi aku waktu tambahan untuk menyelesaikan naskah tersebut.

Setelah beberapa hari kepergian ibuku, aku memaksa diri kembali untuk melongok naskah ini. Tiba-tiba saja muncul ide lain dalam pikiranku. Semua nama-nama dalam Asmaul Husna tidak mesti diterjemahkan secara saklek begitu dalam cerita. Penerjemahannya bisa lebih lentur. Maka, jadilah aku menulis cerita-cerita semacam Doki si Keledai yang menunjukkan kasih sayang dan kepedulian kepada keselamatan teman-temannya, atau kura-kura bersayap yang mengisahkan betapa kebaikan akan selalu mendapat balasan kebaikan yang setimpal pula.

Buku ini sudah dibaca pembaca-pembaca cilikku, dan juga menjadi buku cerita pilihan pengantar tidur oleh orangtuanya. Aku berharap, buku ini juga akan mengantar anak-anak memasuki mimpi yang indah tentang sebuah dunia yang ditegakkan oleh kebaikan dan kelembutan hati.

Buku ini sudah edar di toko buku seluruh Indonesia

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.