Bagaimana Memulai Pelajaran Mengarang Untuk Anak?

Saat pelajaran Kelas Inspirasi saya usai di SD 40 Bukit Gado-gado, Padang, seorang guru bertanya pada saya.
“Buk, bagaimana sih cara mengajarkan pelajaran mengarang ke murid-murid?”
Pertanyaan ini dia ajukan mungkin karena melihat begitu mudahnya anak-anak di kelas itu menulis cerita di bawah arahan saya. Bahkan, mereka bukan hanya mampu menulis, tapi juga tertawa-tawa, seakan-akan pelajaran menulis adalah pelajaran yang sangat menyenangkan. Saya menatap sang bapak guru sejenak. Sedetik merasa bingung dengan pertanyaannya. ‘oh,’ ucap saya dalam hati, ‘ternyata apa yang mudah bagi saya, bisa menjadi sangat sulit, bahkan bagi seorang guru bahasa Indonesia.’
Saya ingin menjawab pertanyaan itu dengan, ‘sebenarnya mengajari anak-anak mengarang itu mudah saja, Pak. Bapak tinggal mengajak mereka mengingat hal-hal menyenangkan yang pernah mereka alami.’ Tapi, tepatkah jawaban saya ini? Jika pelajaran mengarang memang semudah ini (toh dalam buku-buku Bahasa Indonesia SD, cara ini juga dituliskan dengan jelas), tak kan mungkin pertanyaan itu lahir.
Namun, akhirnya saya ucapkan juga jawaban yang saya bimbangkan itu.
“Iya, Buk, sudah saya ajak anak-anak untuk menulis pengalaman liburan mereka, tapi mereka tidak tahu caranya. Sudah hampir habis waktu pelajaran, tapi memulai cerita saja mereka tidak mengerti,” jawab sang guru.
Oh, jadi itu masalahnya. Maka, saya dan sang guru kemudian menghabiskan waktu di antara jeda pelajaran untuk membahas cara-cara mudah memancing imajinasi siswa.
Berikut ini saya posting beberapa cara yang saya sampaikan saat itu dengan beberapa tambahan. Mudah-mudahan bisa membantu guru-guru Bahasa Indonesia lainnya.
Bagaimana mengawali tulisan?
Untuk anak-anak yang betul-betul nol pengetahuan tulis-menulisnya, guru bisa membantu imajinasi mereka dengan memberi beberapa alternatif kalimat awal. Tulis di papan tulis 5-10 kalimat seperti di bawah ini, lalu minta mereka untuk memilih salah satu.
1.Saat liburan sekolah kemarin saya pergi ke_______
2.Waktu saya mengikuti ibu ke pasar, saya melihat___________
3.Saya pernah diajak ayah makan di_____
4.Dulu saya pernah pergi ke pantai. Di situ saya__________
5.Saya pernah menonton film________. Di film itu, ada tokoh cerita bernama________yang_______
6.Saya punya adik bernama__________. Dia punya kebiasaan_________
7.Saya sangat suka main___________
8.Saya punya teman bernama__________Dia suka sekali_____
9.Saya pernah pergi ke kebun binatang. Di sana ada_________
10.Waktu pertama kali masuk sekolah dulu, saya merasa___________
Anak-anak lalu diajak mengembangkan isi tulisan berdasarkan kalimat awal yang mereka pilih. Guru bisa berkeliling dari satu meja ke meja lainnya, untuk membantu anak-anak. Pancing imajinasi mereka dengan pertanyaan seperti: di situ kamu melihat apa? Atau, bentuknya seperti apa? Atau rasanya bagaimana? Sifatnya apa? Ceritanya bagaimana? Dst
Bagaimana mengajarkan anak membuat cerita lengkap?
Cerita lengkap adalah cerita yang jelas tokoh, perbuatan, tempat, bagaimananya, dll. Buatlah semacam tabel untuk memandu anak-anak menulis sebuah cerita lengkap. Tabelnya seperti berikut:
pelajaran mengarang
Setelah anak-anak melengkapi tabel di atas, mereka bisa melanjutkan tulisannya dengan menguraikan kejadian yang ada di tabel ‘mengapa melakukan’.
Misal (pengembangan cerita di tabel di atas):
Saya berkelahi dengan Rahmad karena Rahmad mengejek sepatu saya. Katanya sepatu saya jelek. Saya balas. Saya bilang sepatunya yang jelek karena ujungnya sudah sobek. Sepatu saya masih bagus, tidak ada yang sobek. Sepatu saya cuma kotor. dst…
Bagaimana memancing imajinasi anak?
Guru bisa membuat ide-ide tulisan dalam kertas-kertas kecil yang digulung (seperti gulungan kertas arisan itu lho). Temanya satu saja, tapi ide yang muncul dari tema itu banyak. Misal: temanya adalah: jika aku menjadi….
Guru bisa menulis di kertas, pilihan-pilihan seperti berikut:
1.Jika aku punya kekuatan super aku akan……..
2.Jika aku menjadi polisi lalu lintas aku akan…..
3.Jika aku menjadi pilot pesawat aku akan……
Temanya bisa juga: yang paling kuinginkan. Contoh ide-idenya:
1.Hadiah yang kuinginkan saat ulang tahun
2.Sepatu yang paling kuinginkan
3.Baju yang paling aku inginkan
4.dst
Minta anak-anak untuk mengambil satu gulungan kertas, lalu minta mereka menulis berdasarkan ide yang didapat.
Bercerita
Saran saya, sebelum guru memulai pelajaran menulis, sebaiknya anak-anak disuguhi cerita dulu untuk memancing kegairahan mereka akan cerita-cerita. Guru bisa membawa sebuah buku cerita bergambar di kelas, dan membacakan ceritanya sambil menunjukkan gambar-gambar itu. Berdasarkan pengalaman saya, cara ini efektif untuk mengajak anak-anak masuk ke dunia cerita. Saat Kelas Inspirasi kemarin, saya memulai kelas dengan menyuguhkan teater boneka kertas. Setelahnya saya meminta anak-anak menulis ceritanya masing-masing, dan…berhasil.
Share Button

3 Replies to “Bagaimana Memulai Pelajaran Mengarang Untuk Anak?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.