Lima Buku Pendidikan yang Seharusnya Kita Punya

Siapapun dia, entah orangtua atau guru, menurut saya sudah semestinya memiliki buku-buku tentang pendidikan di rak bukunya. Pendidikan bukanlah sesuatu yang jatuh begitu saja dari langit. Ia adalah sebuah kata kerja yang berlangsung terus menerus. Sebuah proses yang tidak berhenti selama dunia ini masih berputar. Didiklah manusia, jika kau ingin hidup selamanya! Demikian pepatah Tiongkok kuno. Pepatah ini mengandung arti bahwa pendidikan adalah sebuah tali yang panjangnya terus terulur untuk tempat bergantung genereasi demi generasi. Generasi pertama akan mengajarkan apa yang sudah mereka pelajari pada generasi kedua. Generasi kedua akan mengajarkan hal serupa pada generasi ketiga, begitu seterusnya.
Berikut ini saya membuat daftar lima buku tentang pendidikan yang menurut saya patut dibaca.
1. Menciptakan Kurikulum Terintegrasi yang Berbasis Standar karya Susan M Drake
Susan M Drake adalah seorang profesor di Brock University, St Catherines, Ontario. Ia mengajar mata kuliah kurikulum dan penilaian. Dia juga memimpin tim rancangan kurikulum interdisipliner dan sering melakukan lokakarya dan presentasi tentang pendidikan di seluruh Amerika Utara, Eropa, Asia dan Afrika.
Dalam bukunya ini ia menerangkan bagaimana perlunya pihak sekolah dan guru (dan tentu saja para pembuat kebijakan pendidikan—pemerintah) untuk mengubah paradigma mengenai seperti apa seharusnya sebuah materi diajarkan. Susan mengajak agar pendidikan lebih berkonteks kenyataan, berbasis proyek, mengajarkan keterampilan abad 21, mengajarkan kepemimpinan, pembelajaran berbasis konsep dan memiliki perspektif global, serta membuat siswa bisa belajar secara kolaboratif dan di saat yang sama, personal. Di Indonesia buku ini diterbitkan Penerbit Indeks
2. Filsafat Ilmu, karya DR Adian Husaini, dkk
Buku ini menyajikan –secara agak komprehensif—dasar-dasar ilmu pengetahuan dari berbagai perspektif, Barat dan Islam. Melalui buku ini kita bisa belajar landasan sebuah ilmu serta tujuannya dihadirkan. Menurut saya, setiap pendidik harus memahami filsafat ilmu yang mereka ajarkan sendiri, sebab dengan demikian mereka bisa memiliki semacam visi akan apa dan bagaimana seharusnya ilmu tersebut diajarkan. Buku ini diterbtikan Gema Insani Press
3. Orangtuanya Manusia karya Munif Chatib.
Munif Chatib adalah CEO Next World View, sebuah lembaga konsutan dan praktisi pendidikan. Salah satu anggota Majelis Penguji Penataan Ulang Kurikulum 2014 (dan menurut saya juga seorang filsuf pendidikan) yang mengajarkan Islamic Quantum Learning. Bukunya ini membuka perspektif kita tentang apa dan siapa anak yang ditipkan Tuhan pada kita, serta bagaimana berlaku menjadi orangtua yang mampu menggali harta karun potensi dalam diri setiap anak. Buku ini diterbitkan Kaifa.
4. Contextual Teaching and Learning (CTL) karya Elaine B. Johson.
Elaine B. Johson adalah seorang pakar dalam sistem pengajaran yang sesuai dengan cara kerja otak mausia, CTL dan prinsip-prinsip kepemimpinan. Dalam bukunya ini iamenjelaskan dengan sangat baik dan ringan bagaimana seharusnya semua pembelajaran itu dilakukan sesuai konteks dan saling berkaitan. Dan yang tak kalah penting, ia juga mendorong setiap pendidik untuk memberi makna pada apa yang diajarkan, sebab dengan cara ini, materi pelajaran yang diberikan bisa dipahami dengan baik dan berdiam dalam waktu lama dalam diri siswa. Di Indonesia buku ini dietrbitkan Kaifa
5. The One World Schoolhouse karya Salman Khan
Ini adalah buku karya pendiri Khan Academy, sekolah digital gratis yang beken itu. Buku ini membuka mata kita bahwa metode belajar sekarang ini perlahan berubah, dan setiap siswa sekarang—tanpa mereka sadari—berusaha mengaitkan dirinya dengan orang lain atau peristiwa lain di berbagai belahan bumi. Perlahan, metode belajar digital mulai digandrungi oleh para native technology (native technology adalah generasi yang lahir pada tahun 80 ke bawah). Metode seperti ini membawa kosnekuensi baru, yakni perubahan prilaku siswa dalam menerima materi pelajaran. Jika orangtua dan pendidik tidak cepat tanggap terhadapini, mereka akan ketinggalan, dan gap antara mereka dengan anak didik bisa terbuka lebar. Di Indonesia buku ini diterbitkan oleh Noura Books
O ya ada satu lagi buku yang patut juga dibaca. Judulnya Cracking Zone karya Rhenald Kasali. Buku ini membantu kita melihat perubahan-perubahan pada abad 21 ini, dan saya pikir, jika kita mengetahui hal ini, kita bisa menyiapkan diri dan siswa untuk menghadapinya. Buku ini diterbitkan oleh GPU
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.