Gerakan Kelas Kreatif Indonesia

12289571_10153434189684830_3152578688542613_nGagasan Kelas Kreatif Indonesia (KKI) sudah mendekam di pikiran saya sejak suksesnya kelas menulis kreatif Pustaka Daerah (Pusda) Sumbar angkatan pertama. Sejak pertama kali program itu disetujui Pusda, lalu dipromosikan, animo masyarakat cukup tinggi. Kuota yang awalnya cuma untuk 12 anak, bertambah menjadi 16 karena desakan orangtua. Hasil yang dituai anak-anak pun cukup menggembirakan. Cerpen-cerpen mereka berhasil muncul di koran Padang Ekspres. Koran Rakyat Sumbar yang tertarik dengan potensi anak-anak, lalu memberikan satu halaman koran untuk digarap. Tercatat, anak-anak kreatif ini berhasil mengisi satu halaman anak Rakyat Sumbar selama empat edisi. Mereka mengisi rubrik fiksi dan non fiksinya.

Setelah sukses di satu tempat, mengapa hal baik ini tak dilakukan pula di tempat lain? Demikian pikir saya. Pustaka Daerah bisa menjadi semacam pionir gerakan literasi di sekolah-sekolah. Sumber daya yang mereka miliki sangat banyak. Jika sumber daya ini bersinergi dengan sumber daya-sumber daya yang ada di tempat lain, maka pasti akan melahirkan daya yang luar biasa. Maka saya mulai membicarakan kemungkinan-kemungkinan ini pada Pak Alwis, Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatra Barat. Beliau, yang memang pada dasarnya sangat welcome pada ide-ide baru, menyambut baik. Setelah melalui serangkaian pembicaraan dengan beliau dan para kabid, akhirnya program ini disepakati untuk diwujudkan.

Tujuan gerakan ini didasarkan pada dua pemikiran: pertama, untuk mendukung sekolah mengembangkan potensi literasi siswa. Kedua, mendukung Pustaka Daerah sebagai salah satu ujung tombak pengembangan budaya literasi di kalangan masyarakat. Kegiatan yang ditonjolkan adalah membaca dan menulis. Pusda akan menyiapkan mobil-mobil pustaka kelilingnya (puskel) ke sekolah-sekolah. Jadi, setidak-tidaknya, sekolah yang jumlah buku di perpustakaannya sangat minim, bisa terbantu dengan puskel pusda. Adapun kegiatan menulis akan dipandu oleh para relawan KKI. Untuk itu, para relawan ini akan dilatih terlebih dahulu, kemudian mereka akan dibagikan modul mengajar menulis, sebagai pedoman. Yang terpenting adalah, para relawan bisa memberikan suasana yang menyenangkan selama pelajaran, sehingga siswa merasa kalau pelajaran menulis (dan membaca) itu menyenangkan.

Untuk tahap pertama, KKI akan mengambil lima sekolah sebagai pilot project. Jika sukses, maka kegiatan ini akan diluaskan ke sekolah-sekolah lain di kota Padang.

Jika anda tertarik menjadi relawan literasi KKI, sila isi formulir berikut dan kirim email KKI: kelasKreatifIndonesia@gmail.com

Share Button

2 Replies to “Gerakan Kelas Kreatif Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published.