5 Cara Melawan Baby Blues

Untuk mencegah baby blues, berdasarkan pengalaman saya yang bisa dibaca di sini , beberapa hal berikut harus dilakukan seorang perempuan jika perasaannya mulai gelap menjelang (atau sesudah) persalinan:

1. Bicara

Jangan simpan perasaanmu. Bicarakan dengan suami. Jika kamu memiliki hambatan psikis untuk berbicara padanya, hancurkan hambatan itu. Bicara dari hati ke hati padanya. Sebagian suami mulanya mungkin tak mengerti atau merasa aneh dengan hal ini, tapi terus meneruslah bicara padanya dengan argumen yang rasional (jangan emosional karena boleh jadi nanti pembicaraannya makin nggak nyambung). Jika suami istri sudah bisa bicara dari hati ke hati, insyaallah beban psikis seberat apapun bisa diatasi

2. Katakan padanya apa yang harus ia lakukan kalau kamu merasa gelisah atau stress pasca kelahiran. Katakan padanya untuk belajar melihat situasimu. Lelaki bukan jenis makhluk yang bisa meraba-raba pikiran perempuan. Jadi, yang harus kamu lakukan adalah, bicara dengan bahasa yang jelas dan terang. Misal: kalau kamu lihat aku sedih, kamu harus begini begitu (misal bertanya, mendengarkan, memeluk, membelikan makanan kesukaanku, dst).

3. Sebelum melahirkan, carilah orang yang bisa membantumu di rumah. Kalau di Indonesia sepertinya sudah tradisi ya, setiap kali anak lahir, orangtua bahkan tetangga akan datang membantu. Ini semacam kearifan lokal yang harus dijaga terus. Ini juga jadi perhatian bagi kita, kalau ada tetangga yang baru melahirkan, banyak-banyaklah membantu dia. Bantuan sekecil apapun, boleh jadi akan meringankan banyak bebannya.

4. Sebelum melahirkan banyaklah mencari tahu (bersama suami) mengenai sindrom baby blues ini. Semakin banyak tahu, insyaallah semakin paham dan mengerti cara menghadapinya jika benar-benar terjadi.

5. Banyak berdoa. Bagi yang beragama Islam, kupikir apa yang dikatakan Allah dalam Quran bisa menjadi pedoman, “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.”

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.