Tiga Cara Mudah untuk Menulis

Rata-rata penulis selalu disodori tiga pertanyaan abadi dalam hidupnya, yakni (1) Bagaimana sih caranya menulis itu (2) Gimana sih cara memulai tulisan? (3) Dari mana sih dapat ide menulis? Kualitas pertanyaan ini sebelas dua belas dengan tiga pertanyaan abadi yang ditujukan pada para homeschooler (gimana sih cara dapat ijazah? belajarnya kayak mana? sosialisasinya gimana?). Nah, ternyata hal-hal yang bagi sebagian orang sangat mudah dilakukan, bisa menjadi teramat sulit bagi orang lain. Menulis itu memang mudah tapi, bagi orang yang jarang bersentuhan dengan dunia ini, anggapannya berbeda.

1. Ide

Ini masalah klasik. Menurut saya sih, kalau kamu nggak punya ide, ya nggak usah nulis. Sama kayak orang yang baru bangun tidur, trus bingung mau melakukan apa. Saya sarankan tidur aja lagi. Ngapain melakukan sesuatu yang nggak ada dalam imajinasi kita? Mending melakukan hal lain. Iya toh?

Kalau kamu masih ingin nulis juga di saat kepala kosong, maka sebaiknya isi dulu. Bisa dengan membaca, ngobrol dengan orang, jalan-jalan. Kepala sama kayak kotak, cuma bisa mengeluarkan apa yang sudah ada di dalamnya. Nggak mungkin dong kotak kosong dipaksa ngeluarin mainan. Mengkhayal tingkat mengkhawatirkan itu namanya ^_^

Bertanya adalah salah satu cara termudah memancing ide. Pergilah ke halaman rumahmu pada pukul enam pagi, amati, lalu bertanyalah pada diri sendiri: kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk membuat halaman ini menarik? Pikir jawabannya. Lalu, ambillah kertas dan tuliskan. Nah, jawabanmu ini adalah ide untuk menulis.

(Oke, hal ini sudah dilakukan, trus…?)

2. Apa yang harus dituliskan

Mungkin jawabanmu seperti ini: saya akan menaruh jajaran bunga daisy beconsfield di bagian kiri halaman, lalu menanam pohon ketapang di sudutnya. Di dekat pagar saya akan menanam rumpun zodia,. Sementara di bagian kanan halaman, saya akan membuat apotik hidup. Saya akan menanam jahe, kunyit, lengkuas, temu lawak, temu ireng, serai, tanaman kumis kucing, dan lainnya.

Nah, selesai jawabanmu, selesai juga ide tulisanmu. Sekarang kita masuk ke tahap berikut.

3. Bagaimana cara menuliskannya?

Kamu bisa memulai tulisanmu dengan:

a. Pertanyaan. Misal: Apa yang harus saya lakukan untuk membuat halaman ini menjadi bagus?

Nah, kamu bisa melanjutkannya dengan prinsip jurnalistik 5W+1 H (Who, Where, What, Why, When + How). Penjabarannya begini: Siapa yang akan menanam? Di mana mau ditanam? Apa saja tumbuhan yang mau ditanam? Mengapa memilih tumbuhan itu dan bukan yang lain? Kapan kamu mulai menanam? Bagaimana urutan pekerjaannya? (mula-mula kamu mencari tanah pupuk, benih, dll)

b. Mulai dengan menggambarkan sebuah tempat.

Nah, pertama tentu kamu harus menuliskan kegiatan yang kamu lakukan pagi itu.

“Pagi ini aku berdiri di teras. Halaman depan rumah kosong dari tanaman. Cuma ada rumput liar yang sesekali dibersihkan. Di beberapa bagian sampah berserakan. Tempat ini tidak cocok disebut sebagai halaman rumah. Mungkin lebih pantas menjadi bagian dari tempat pembuangan sampah. dst…”

c. Mulai dengan perasaan tokoh

Ceritakan bagaimana perasaanmu saat melihat halaman itu

“Aku merasa malu melihat halaman depan rumah. Rumput liar memenuhi halaman, dan di beberapa tempat, sampah makanan plastik anakku berserakan. Aku pikir, membuat taman adalah ide yang baik. Aku akan menanam beberapa bunga yang cantik dan apotik hidup. Dst…”

Mungkin, awalnya susah ya. Mereka yang belum terbiasa menulis, pun bacaan juga tak terlalu banyak, akan mengalami hambatan kosa kata. Ini membuat mereka (kadang) bingung menemukan kalimat baru untuk melanjutkan tulisan. Hal ini wajar kok. Teruslah berusaha. Jika gagal di tulisan pertama, coba lagi di tulisan kedua, bila gagal lagi, buatlah tulisan ketiga. Begitu terus sampai berhasil. Sama kayak kita belajar berenang, kan waktu pertama kali nyebur ke kolam kita nggak langsung berhasil? Ada tahapan yang harus dijalani. Jika kita terus berusaha, insyaallah suatu saat akan berhasil.

 

Selamat menulis ^_^

Share Button

2 Replies to “Tiga Cara Mudah untuk Menulis”

Leave a Reply

Your email address will not be published.