Lima Buku Cerita Anak/Remaja Favorit Tahun 2015 (Versi Ayesha)

Selama tahun 2015 cukup banyak buku yang dibaca Ayesha. Separuh di antaranya adalah buku-buku pinjaman di Pustaka Daerah Sumatra Barat. Ada pun buku yang dibeli, separuhnya didapat di loakan. Kalau teliti nyari, kita bisa nemu buku-buku cerita anak dan remaja yang keren di situ, misalnya kisah Beatrice and Virgil yang ditulis Yann Martel (dia juga penulis Life of Pi), dan Charlotte’s Webb karya E.B White.

Okeh, setelah dengan cerewet minta Ayesha memilih lima buku favoritnya pada tahun 2015, saya mendapat daftar berikut. Tidak semua buku terbitan 2015. Saya memberi batas 2014 sebagai tahun terbit. Kan bisa saja ya, buku itu terbit 2014 akhir, dan baru edar pada 2015. Jadi, keterlambatan beberapa bulan ini saya kira bisa dimaafkan.

Jadi, inilah lima buku cerita anak-anak favorit Ayesha yang masih bisa ditemukan di toko buku, baik darat mau pun online.

5. Serial Bliss karya Kathryn Littlewood

Ini adalah novel seri memasak dengan tokoh utamanya Rosemary Bliss. Di novel ini, cerita masak memasak dipadukan dengan keahlian sihir keluarga Bliss, membuat ceritanya jadi unik. Imajinasi pengarangnya luar biasa. Lima jempol untuk dia.

4. Fortunately, the Milk karya Neil Gaiman

Neil Gaiman adalah pengarang fiksi fantasi favorit saya, jadi ketika melihat buku Fortunately, the Milk di rak buku, tanpa pikir panjang saya langsung membelinya. Ternyata bukunya memang asyik. Idenya sederhana saja. Berkisah tentang seorang ayah yang mengarang cerita macam-macam saat anaknya bertanya mengapa sang ayah terlambat pulang membeli susu. Bagi Ayesha ceritanya sangat lucu

3. Labirin Sang Penyihir karya Maya Lestari Gf

Ehem…saya tidak bermaksud narsis, suer. Saya cuma mindahin daftar novel favorit Ayesha ke blog ini. Kalau ternyata ia memasukkan Labirin Sang Penyihir ya saya bisa apa ya. Pasrah aja gitu ^_^ . Novel ini mengisahkan sekelompok anak yang terperangkap dalam labirin seorang penyihir. Untuk bisa ke luar dari sana, mereka harus bisa memecahkan teka-teki sang penyihir. Satu teka-teki akan membuka satu pintu. Resensi Labirin Sang Penyihir sudah beberapa kali dimuat di media massa. Saya juga memposting satu resensi di blog ini. Novel ini terbit April 2015

2. A Little Princess karya Frances Hodgson Burnett

Novel ini mengisahkan perjuangan mental Sara bertahan dari kemalangan hidup yang menimpanya. Bagi saya, salah satu kelebihan cerita anak-anak yang ditulis orang dewasa adalah adanya kedalaman makna dalam ceritanya (yang pastinya dihasilkan dari kekayaan pengetahuan dan pengalaman hidup selama bertahun-tahun)

1. Seri Petualangan Lima Sekawan

Inilah novel yang Ayesha selalu berusaha mencarinya tiap ke toko buku. Mungkin karena buku ini abadi, maka tiap kami ke toko buku, hampir selalu menemukan buku ini. Bahkan, seingat saya, sejak saya mulai mengenal toko buku, saya selalu ketemu buku ini. Standing ovation untuk Enyd Blyton yang berhasil menghadirkan keceriaan masa kanak-kanak melalui kisah-kisah George, dkk. Semestinya buku ini tidak masuk buku favorit 2015, tapi sepanjang masa. Tapi, Ayesha bersikeras memasukkan buku ini ke daftarnya, “kan tahun terbitnya 2015, Bu.” O, ya udah deh. Meski sebenarnya, buku yang terbit tahun 2015 itu entah cetakan yang ke berapa.
Jadi, inilah lima buku favorit Ayesha. Sebagai info, agak susah sebenarnya menemukan novel anak/remaja yang pas untuk Ayesha. Nggak banyak penulis Indonesia yang membuat novel anak/remaja semacam Little Princess atau Bliss (itulah sebabnya buku favoritnya ini didominasi novel terjemahan, meski saya banyak juga membelikannya buku-buku yang ditulis orang Indonesia. Saya kira, bukannya tidak ada penulis Indonesia yang membuat naskah semacam itu, tapi, penerbitlah mungkin yang tidak berani menerbitkan karena faktor pembaca Indo yang unpredictable. Tahun 2013 saya masih nemu buku-buku cerita anak seperti ini yang ditulis Gola Gong dan Tias Tatanka, tapi tahun 2015, saya belum nemu lagi).

Novel young adult yang ditulis orang Indonesia rata-rata berkisar percintaan naif remaja, dan ditulis dengan bahasa yang terlalu gaul. Sementara novel young adults yang ditulis penulis luar, bahasanya bagus, dan kisahnya tidak melulu tentang percintaan. Saya menulis Labirin Sang Penyihir, salah satunya karena faktor ini. Mencoba menghadirkan fiksi remaja (young adult) yang bukan bertema percintaan, dan menuliskannya dengan bahasa yang baik (bukan bahasa gaul)

Kelebihan novel remaja/young adult terjemahan lainnya adalah rata-rata bisa dinikmati pembaca segala usia, tengok saja serial Bliss, sementara novel young adult Indonesia rata-rata (sependek pembacaan saya) cuma bisa dinikmati remaja saja.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.