Homeschooling: Metode Belajar yang Menyenangkan

 

Sebenarnya, kalau dijalani betul, homeschooling itu tidak terlalu ‘menakutkan’ kok. Keribetannya gak sedahsyat yang dibayangkan. Beberapa orang yang sempat diskusi dengan saya soal hs, awalnya merasa hs itu pekerjaan yang sangat berat. Membayangkan menyusun materinya saja sudah bikin sesak napas, apalagi menjalankannya, bisa langsung KO. Tapi, kenyataannya gak begitu kok. Asal kita akrab dengan Google dan situs pencari lain aja, insyaallah separuh pekerjaan menyelenggarakan hs beres. Sediakan waktu selama beberapa jam seminggu untuk mencari bahan. Insyaallah bakal ketemu itu.

Sederhananya, bagi orangtua yang mau meng-hs-kan anaknya karena berbagai faktor, bisa memulainya dari yang paling mudah. Sambil jalan, orangtua belajar bagaimana menyempurnakan metodenya. Saya menyebutnya dengan learning by doing (artikel mengenai cara mengorganisir bisa dibaca di sini).
 
1. Jika memulai hs dari usia dini (prasekolah), yang penting diketahui adalah langkah-langkah perkembangan intelektual dan fisik anak. Umumnya, anak prasekolah perlu diasah kemampuan motorik halus dan kasarnya. Lalu, puaskan semua keingintahuan mereka dengan tidak membatasi kegiatannya (kecuali kalau berbahaya). Biarkan saja rumah berantakan dengan segala macam aneka kreativitas, sambil pelan-pelan mengajarkan mereka cara membereskannya.
Kegiatan untuk melatih motorik halusnya: menggunting, menempel, memungut benda-benda (pokoknya keterampilan yang menggunakan jemari tangan)
Kegiatan untuk melatih motorik kasarnya seperti berlari, melompat, memanjat, dan kegiatan fisik sejenis.
Nah, kita tinggal merancang aneka kegiatan mengasyikkan yang mengasah dua kemampuan ini. Misalnya, cari majalah-majalah bekas, ajak anak menggunting gambar-gambar menarik lalu menempelkannya di kertas lain (bisa juga orangtua yang menggunting dan anak yang menempel/khusus bagi anak yang masih sangat kecil). Kegiatan lainnya adalah menggambar, meronce, bermain congkak (ada kegiatan memungut kucig-kucing/batu kan?), mencampur warna, membuat aneka boneka kertas, belajar menjalin dan mengikat rambut boneka, dll.
2. Orangtua bisa menggunakan panduan pelajaran dari diknas. Saya membeli buku-buku pelajaran diknas, lalu materinya dielaborasi dengan materi yang saya susun sendiri. Kalau ayah bunda memilih mengikuti materi dari diknas tanpa mengutak-atiknya juga oke. Jika ada materi yang dirasa berat untuk anak, orangtua bisa mengajarkannya dengan cara lebih sederhana. Saya sendiri, untuk mengajarkan anak materi pecahan dan desimal, banyak menggunakan cara-cara kreatif yang dipin orang di pinterest.
3. Untuk anak yang lebih besar, biasanya saya ajak anak berdiskusi. Mereka biasanya sudah memiliki kecenderungan sendiri atau sudah tahu minat mereka di mana. Ayesha misalnya, tahun 2016 ini saya persilakan merancang pelajarannya sendiri. Ia merencanakan lima proyek belajar yang harus diselesaikannya jelang Desember 2016. Ia juga memasukkan dua mata pelajaran baru, yakni fotografi dan editing film. Untuk pelajaran yang harus dikuasainya seperti matematika dasar, ia belajar di AcademyKhan.org. Beda dari anggapan beberapa teman diskusi saya, makin besar anak, justru beban saya makin ringan. Ayesha sudah mengambil separuh tugas saya merancang pelajarannya. Yang saya lakukan cuma mengecek kemajuannya. Dalam beberapa periode saya melihat hasil belajar di AcademyKhan. Di situ jelas laporan pelajarannya. Misalnya, pelajaran aljabar lebih bagus progressnya ketimbang geometri. Nanti, kalau geometrinya makin jauh tertinggal saya akan evaluasi sebabnya.
4. Makin besar anak, orangtua bisa melimpahkan ‘tugas’ mengajar anak ke aplikasi-aplikasi belajar. Tinggal download saja di tablet atau ipad. Bisa juga antar anak ke berbagai lembaga kursus. Misalnya musik, bahasa Inggris, robot, lukis, dll. Jika anak harus menelusuri sesatu melalui google, tinggal pasang scholar.google saja. Insyaallah aman. Ini situs pencarian khusus pendidikan dari Google.
Jadi, sebenarnya homeschooling gak segimanaaaa yang dipikirkan. It’s a fun method
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.