Misteri di Balik Gambar Anak-anak

Sebagai orangtua atau guru, pernahkah anda mengamati dengan seksama gambar anak-anak, lalu mencoba menebak apa artinya? Sebuah gambar, bagi mereka adalah sebuah bahasa. Ketika mereka mulai bisa menggambar, mereka akan berbicara melalui gambar. Kosa kata anak-anak sangat terbatas. Pada usia 7 tahun, mereka baru menguasai sekitar 3000-5000 kata, itu pun kadang sulit mengungkapkan secara jelas apa mau mereka, serta bagaimana perasaan mereka. Jika mereka menghadapi suatu peristiwa yang menimbulkan trauma, pengungkapan perasaan melalui kata akan lebih terbatas lagi. Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja kadang sulit melakukannya. Di sinilah gambar mengambil peran.

Teori Gambar

Teori arti gambar pada anak-anak sudah banyak diungkapkan para ahli psikoanalisa. Di sini saya akan menyampaikan satu teori dari Roselina Davido, seorang psikolog spesialis gambar anak yang mengembangkan tes Davido-Chad, dan banyak terbukti mengungkapkan apa yang terjadi pada mereka melalui tes ini. Di Indonesia, tes Davido-Chad digunakan oleh psikolog Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono untuk memproyeksi kepribadian 10 orang mantan teroris dalam upaya deradikalisasi. Hasil tes ini secara menakjubkan, bisa mengungkapkan psikodinamika yang mendorong para pelaku melakukan tindakan kekerasan. Tes Davido-Chad ini secara umum membantu mengungkap trauma masa lalu, atau bagaimana perasaan mereka tentang suatu peristiwa.
Mengapa Gambar
Gambar, menurut Davido, adalah sebuah kenyataan dari pikiran-pikiran anak. Ketika anak menemukan momen yang mendorongnya untuk menggambar, pikiran ini akan terproyeksikan melalui tebal lunak garis, posisi benda-benda dan warna yang dipilih. Kualitas sebuah gambar, dilihat dari abstraksi keindahannya, tidak hanya menunjukkan tingkat kecerdasan, melainkan juga keseimbangan perasaan yang dipengaruhi kemampuan beradaptasi.
Apa yang dialami seorang manusia, seiring perjalanan hidupnya, mungkin akan terlupakan di alam sadar, namun akan tetap bertahan di alam bawah sadar. Alam bawah sadar inilah yang mempengaruhi gambar seseorang. Mungkin mirip dengan yang terjadi pada penulis ya. Sebuah tulisan, bukan hanya sebuah pikiran yang terluapkan pada satu momen tertentu, tetapi juga gambaran dari apa yang berkecamuk di alam bawah sadarnya. Baik gambar maupun tulisan, sesungguhnya sama-sama bahasa. Perbedaan terletak pada medianya saja.
Evolusi Gambar
Gambar anak-anak berevolusi sesuai perkembangan intelektual dan fisiknya. Pada mulanya gambar anak-anak berwujud titik-titik saja, lalu berkembang jadi coret-coretan tak jelas (cakar ayam), lalu berkembang jadi gambar manusia balon (ini istilah saya sendiri), yakni sebuah gambar orang di mana kepala dan badan berbentuk bulatan-bulatan, lalu gambarnya mulai sempurna di usia >7 th. Mulai usia ini gambar anak-anak sudah mulai berkarakter, dia bisa menggambar manusia dengan lengkap dan jelas. Perkembangannya ini berlanjut ke pemahaman akan representasi dalam ruang.
Arti Gambar
Sebelum mengartikan gambar anak-anak, kita perlu mengetahui dalam konteks apa gambar itu dibuat, juga bagaimana budaya yang mempengaruhi si anak. Ini artinya, mengartikan sebuah gambar tidak bisa serampangan atau digeneralisasi. Satu gambar untuk satu pengertian, bukan sekian banyak gambar untuk satu pengertian seperti yang banyak dilakukan tes psikologi massal di internet. Satu anak, satu kisah, satu gambar, satu makna.
Sebelum lanjut ke tes Davido-Chad ini, ada baiknya kita mengambil gambar anak-anak kita. Ambil asal saja, yang jelas bukan gambar bertema (untuk lomba atau tugas dari guru). Gambar yang dimaksud adalah gambar yang dibuat secara spontan. Jika gambarnya berupa profil diri dan keluarga, jauh lebih baik. Lihatlah di gambar anak siapa tokoh yang paling dominan bentuknya (baik ukuran maupun keindahannya), lalu lihat siapa pula yang digambarkan secara buruk atau tidak dominan. Lihat pula posisinya. Lihat juga adakah anggota keluarga (yang tinggal serumah) yang tidak ia gambar, atau digambar di belakang kertas yang sama. Dari posisi para tokoh gambar, kita bisa menebak bagaimana pandangan anak-anak kita terhadap orangtua dan saudara-saudaranya.
Penjelasan sederhana
Tokoh yang paling dicintai anak-anak biasanya akan digambar lebih dulu (umumnya dibuat cukup baik), atau lebih dekat dengan anak (bersisian, dalam beberapa kasus malah saling berpegangan). Ini menjelaskan pada siapa anak merasa lebih nyaman. Jauh dekat jarak tokoh dengan si anak, mencerminkan jarak mereka di hati si anak. Jika ada tokoh yang tidak digambarkan di situ, berarti anak merasa bermasalah dengan dia.
Dalam beberapa kasus, anak yang merasa cemburu dengan adiknya, tidak akan menggambar adiknya, atau hanya menggambarnya di bidang yang sangat kecil. Anak yang merasa tidak diterima dalam keluarga, akan menggambar dirinya di sudut atau berada jauh dari posisi anggota keluarga lainnya. Anak yang banyak menggunakan warna ungu (ini tidak umum sih) berarti memendam kecemasan atau perasaan tertekan, jika warna ungu dipakai bersama hitam, hijau atau biru, perasaan tertekan itu berarti cukup besar. Perhatikan juga apakah ada lambang feminin di situ. Lambang feminin biasanya berkaitan dengan ibu. Jika ia menggambar bunga yang sangat cantik di gambarnya, berarti ia sangat dekat dan mencintai ibunya. Pohon dalam gambar anak-anak adalah lambang maskulinitas (ayah). Anak yang menggambar pohon di bagian kanan, dimaknai sebagai anak yang mudah berteman dan terikat dengan ayahnya. Jika di bagian kiri, ia cenderung egois, terikat dengan ibu dan sedikit khawatir dengan masa depannya. Matahari juga lambang maskulinitas. Kemunculannya dalam gambar melambangkan pengaruh sang ayah atas dirinya. Jika hubungan itu baik, anak-anak cenderung menggambar sinar matahari yang benderang, keluar dari lingkarannya, tapi jika warnanya pucat, bahkan digambar tersembunyi (mungkin di balik gunung), melambangkan sebaliknya. Gambar rumah yang banyak dibuat anak-anak juga memiliki pengertian tersendiri. Jika rumahnya tanpa pintu atau jendela berarti ada sesuatu yang membuat ia merasa tertekan. Penting juga dilihat apakah rumah itu memiliki pagar yang tertutup semuanya, atau memiliki pintu dan jalan yang berhubungan dengan dunia luar (melambangkan keterbukaan).
Tes Davido-Chad
Tes Davido-Chad bisa dilakukan jika orangtua atau guru ingin mengetahui apa masalah anak-anak yang membuat ia kesulitan dalam beberapa hal (misalnya pelajaran). Dalam tes ini, konselor/orangtua meminta anak membuat empat gambar. Pertama, gambar masa kecil anak, kedua, gambar tangan (perintahnya, “gambarlah tangan sesuai keinginanmu, dengan posisi yang kamu mau”), ketiga, gambar tangan yang menganggu (yakni gambar tangan yang membawa masalah atau yang dibenci anak. Ini adalah tes untuk mengetahui sebab masalah anak), dan keempat, gambar yang sering dibuat saat tes Davido-Chad ini dilakukan. Meskipun terlihat sepele, gambar masa kecil bisa menjawab sejumlah pertanyaan seperti apakah pernah ada konflik sebelumnya, dll. Biarkan dia mengomentari gambarnya, dan menentukan latar waktu bagi gambarnya. Meski tidak bisa menemukan awal konflik, minimal, melalui gambar ini bisa mengetahui asal usul konflik yang ia derita.
Gambar tangan melambangkan suatu keinginan melakukan sesuatu, sementara gambar tangan bermasalah bisa menunjukkan adanya penganiayaan.Gambar bebas bisa diinterpretasi dari dua hal, bersifat regresi atau tidak. Gambar ini bisa memperlihatkan munculnya konflik. Sementara bila yang terjadi sebaliknya, berarti sang anak telah menemukan jalan keluar dari konfliknya. Bahasan mengenai ini cukup mendalam diulas Rosalina Davido dalam bukunya yang diterbitkan di Indonesia dalam judulĀ Mengenal Anak Melalui Gambar, terbitan Salemba Humanika.
Bila tertarik ingin membaca lebih jauh, bisa membelinya langsung ke penerbitnya di nomor (ini saya salin dari bukunya) 021-7818616.
Setelah membaca buku Davido, saya tak bisa lagi melihat gambar anak-anak saya dengan cara yang sama. Bahkan, bukan cuma gambar anak-anak, gambar saya pun begitu. Ya, saya mengingat lagi gambar-gambar masa kecil saya, dan menyadari, bahwa kesimpulan yang dikemukakan teori gambar ini benar. Ada hal-hal yang tak selesai di masa kecil saya, yang akhirnya, mempengaruhi beberapa hal dalam hidup saya. Pada akhirnya, teori gambar ini, saya pikir, juga membantu menyelesaikan trauma-trauma dalam hidup saya sendiri
Share Button

2 Replies to “Misteri di Balik Gambar Anak-anak”

Leave a Reply

Your email address will not be published.