Macon Ravenwood

Macon Ravenwood membuat saya penasaran.

Seleranya tak tertebak. Kadang dia berpakaian ala lelaki Eropa abad pertengahan, kadang berdandan chic laksana lelaki Amerika modern. Kadang dia terlihat seperti lautan sehabis badai, tenang dengan latar belakang langit bersih. Kali lain seperti pemukiman padat yang dilantakkan gempa. Satu yang pasti padanya adalah: lautan ilmu pengetahuan yang tak terkira dalamnya, dan itu berkaitan dengan perpustakaan.

Dia adalah satu dari sedikit tokoh novel yang sungguh memikat hati. Tokoh rekaan duo pengarang Kami Garcia dan Margaret Stohl ini bisa ditemui di novel Beautiful Creatures yang sangat populer di Amerika Serikat sana. Buku ini mengisahkan percintaan antara manusia biasa dengan seorang caster bernama Lena Duchannes, makhluk abadi separuh penyihir separuh manusia yang jelita luar biasa. Ethan Wate, cowok SMA Stonewall Jackson, memutuskan jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.

Tetapi, saya tidak akan mengisahkan konflik percintaan yang rumit itu, saya hanya akan menceritakan Macon Ravenwood.

Lelaki yang tak tertebak ini adalah anggota perpustakaan caster kota Gatlin yang paling serius. Nyaris setiap malam ia turun ke lorong bawah tanah kastilnya, dan memasuki pintu rahasia perpustakaan para caster. Pintu bawah tanah? Ya. Di Gatlin, perpustakan para caster ini berada di bawah kota, membentang dari ujung timur ke barat, utara dan selatan, dengan sokongan pilar-pilar yang tak terhitung banyaknya. Macon Ravenwood tak pernah merasa cukup dengan perpustakaan pribadinya, meski di situ membentang ribuan tahun sejarah keluarga para caster, lengkap dengan konflik mereka dengan para manusia. Seribu buku tak kan pernah cukup. Buku bagi Ravenwood seperti air laut. Kian diminum kian haus. Jika kau merasa tamat pada sebuah ilmu, itu artinya kau tak cukup membaca.

“Di sini, berjalan lurus pun akan membuatmu tersesat,” demikian sang pustakawan perpustakaan caster, DR Marian Ashcroft memperingatkan Lena dan Ethan yang berniat menyibak misteri para caster. Peringatannya cukup untuk menggambarkan betapa luas dan komplitnya isi perpustakaan itu, sekaligus menjelaskan bagaimana perjalanan yang dilakukan Ravenwood dalam perpustakaan.

Tetapi, di novel ini perpustakaan tidak dijelmakan sebagai tempat. Ia menjadi misteri yang menggairahkan. Macon Ravenwood secara tersirat menawarkan sebuah teka-teki untuk dipecahkan Ethan dan Lena. Dalam permainan ini, perpustakaan menjelma jadi sebuah peti harta karun. Ada debar ketika membukanya. Ada getar yang dirasakan setiap kali melayari buku-bukunya. Selalu ada jawaban baru setiap kali mereka mendatangi Marian Ashcroft. Sang pustakawan memainkan peran cemerlang di novel ini. Ia ibarat kunci peti yang membantu Ethan dan Lena membuka harta karun mereka.

Inilah pesan penting Macon Ravenwood pada perpustakaan caster Gatlin: jika kau ingin memikat, jadilah misteri. Jadilah sesuatu yang harus disibakkan orang setiap hari. Di pustaka caster, tokoh-tokohnya duduk di ruang yang penuh aroma buku, membicarakan sejarah dari hulu hingga hilirnya, dipandu sang pustakawan yang sangat cemerlang. Kau takkan bisa menghadapi masa depan tanpa memahami masa lalu, begitu pesan tersirat dari setiap diskusi de  ngan sang pustakawan. Dan satu-satunya cara memahami masa lalu adalah dengan membuka dan membicarakannya. Bukankah filsuf Goethe mengatakan, mereka yang tidak mempelajari sejarah 3000 tahun bangsanya hidup tanpa mempergunakan akalnya? Dari sini kita bisa memahami mengapa kemudian Macon Ravenwood memenangkan nyaris setiap pertarungan dengan musuh-musuhnya. Dia memiliki amunisi puluhan ribu buku dalam kepalanya, yang membuat ia mengetahui setiap titik lemah mereka.

Macon Ravenwood hanya tokoh fiksi, tapi darinya kita bisa belajar, bahwa perpustakaan publik bukan hanya membutuhkan pustakawan cerdas seperti Marian Ashcroft, tetapi juga orang sekualitas Macon Ravenwood yang mampu menawarkan misteri untuk perpustakaan.

Pertanyaannya kini adalah, maukah kita menjadi seperti dirinya?

Artikel ini adalah kolom saya di Majalah Glosaria edisi Maret 2016

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.