3 Hal yang Kamu Belum Tahu tentang Teh Telur, Minuman Khas Minang

foto dari saribundo.biz
foto dari saribundo.biz

Teh telur? apa nggak amis tuh? Begitu selalu komentar orang di luar Minang saat mendengar minuman ini. Ya, coba bayangkan saja. Telur (biasanya telur ayam kampung atau telur itik), dikocok sampai mengembang,

trus dikasi teh panas. Gimana rasanya itu? Gimana cara minumnya? apa nggak mual?

Ternyata, semua bayangan ‘menyeramkan’ tentang teh telur lenyap begitu yang bersangkutan mencobanya. Editor in chief DarMizan, Kang Benny Rhamdani, yang beberapa waktu lalu hadir menjadi narasumber Festival Sastra Anak dan Remaja di Padang, mengatakan sedikit pun tidak menemui bau amis.

“Ternyata enak ya,” demikian ia berkata. Ya, minuman khas Minang yang unik ini ternyata enak sekali, bahkan bagi sebagian orang menimbulkan rasa candu.

Nah, bagi kamu-kamu yang pernah mencoba minuman ini, berikut hal-hal yang mungkin belum kamu ketahui tentang teh telur:

  1. Teh telur paling enak dibuat dari air teh mendidih yang suhunya diturunkan beberapa derajat sebelum disiramkan ke telur yang sudah dikocok. Suhu ini cukup untuk membuat telur matang, tanpa menimbulkan gumpalan.
  2. Konon, teh telur paling enak adalah teh telur yang telurnya dikocok menggunakan lidi. Jadi, si pembuat teh menyatukan sekitar 10 sampai 15 lidi sepanjang 15-20 cm, kemudian menggunakannya sebagai kocokan. Di masa sekarang, orang sudah menggunakan kocokan mixer untuk mengocok telur, namun, menurut sebagian pecandu teh telur, rasanya tidak seenak yang dikocok menggunakan lidi.
  3. Jangan ngaku pecinta teh telur kalau belum mencoba teh telur di kedai Alima Da Jek yang ada di pasar Pandang Panjang. Kedai ini sudah berdiri sejak tahun 70-an dan menjual aneka makanan khas Minang seperti bubur kampiun dan lontong minang yang enak banget itu. Yang istimewa dari kedai Da Jek adalah teh telur yang ia buat. Teh telurnya sangat enak, dan yang unik, untuk tamu-tamu istimewa ia menyajikan teh telurnya di gelas-gelas lama, gelas yang sudah ia pakai sejak mula kedai itu berdiri. Jadi, jika suatu saat kamu singgah di kedai Da Jek, berbincang-bincang dengannya, lalu ia menyajikan teh telur di gelas lama, sementara temanmu mendapat teh telur di gelas baru, jangan marah. Itu tandanya Da Jek sangat respek padamu. Gelas-gelas lama merekam sejarah Padang panjang secara umum dan Kedai Alima khususnya, selama puluhan tahun. Da Jek hanya menyajikan gelas-gelas bersejarah ini untuk orang-orang yang ia anggap pantas menerima kehormatan itu. Jadi, banggalah.

Nah, bagaimana, apakah kamu mulai tertarik dengan minuman ini atau justru sudah menjadi pecandu teh telur Minang?

Share Button

2 Replies to “3 Hal yang Kamu Belum Tahu tentang Teh Telur, Minuman Khas Minang”

Leave a Reply

Your email address will not be published.