Yang Keren dari Padang: Festival Siti Nurbaya 2016

Setiap kota punya cerita, dan inilah cerita kotaku: Festival Siti Nurbaya 2016. Ini adalah festival yang dinanti-nantikan wisatawan Kota Padang setiap tahun. Festival ini sangat menarik karena kental dengan nuansa tradisi. Program-program festivalnya unik dan bisa dibilang nggak ada duanya. Pernah nggak kamu membayang ada sebuah festival yang melombakan kegiatan menggiling cabe atau membuat lemang? Wahaha…seperti apa itu ya. Pasti lucu dan seru sekali. Festival Siti Nurbaya (FSN) merupakan event tahunan Kota Padang yang sengaja mengangkat keunikan-keunikan Minangkabau. Kali ini berlangsung di Pantai Muaro Lasak, 7-10 September 2016. Segala yang khas dari ranah Bundo Kanduang ini, ditampilkan di sini. Sebutlah menggiling cabe dan membuat teh telur. Tahu sendiri kan kalau orang Minang itu palado, alias penyuka sambal cabe. Makanan apa saja mesti dikasi cabe. Bahkan makan goreng ubi kayu pun (di sini namanya goreng tongkang), mesti dikasi cabe. Kalau nggak percaya coba kunjungi pondok-pondok kawa daun (kopi daun) yang tersebar di berbagai pelosok Ranah Minang. Buktikan deh.

Nah, kekhasan orang Minang dalam hal makanan inilah yang hendak diangkat FSN 2016. Bagi orang Minang, cabe adalah penggembira kehidupan. Bila tak ada cabe di hidangan, rasanya ada yang kurang gitu. Pada zaman dulu, kaum ibu mengolah cabenya di batu lado alias batu penggilingan. Bedalah dengan kaum mamah muda zaman sekarang yang serba blender (haha). Nah, tradisi menggiling cabe inilah yang berusaha ditampilkan dan dihidupkan dalam FSN 2016.
Lalu, ada juga teh talua. Apakah itu? Ini minuman khas Minang yang terbuat dari teh, telur ayam kampung atau telur itik, gula pasir dan perasan jeruk nipis. Rasanya lazis sangat, Bro! Ini minuman favorit kaum lelaki Minang. Penting untuk menjaga stamina. Nggak semua orang bisa membuat minuman ini. Salah takaran bahan dan suhu air saja, bisa bikin minuman ini jadi nggak enak. Di FSN, kegiatan membuat teh talua ini diperlombakan bersama manggiliang lado (menggiling cabe). Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjaga terus nyala api popularitas keduanya. Kan nggak lucu ya, kalau ada remaja Minang yang justru bingung pas ditanya apa itu minuman teh telur. Helloowww, itu bukan minuman teh cap telur ya hahaha…

Hiasan layang-layang di arena Festival Siti Nurbaya 2016
Hiasan layang-layang di arena Festival Siti Nurbaya 2016

FSN 2016 ini termasuk sangat menarik, karena melibatkan banyak komunitas Padang. Di lokasi aku menemukan teman-teman dari Kelas Inspirasi, komunitas seni, komunitas pecandu misteri (halah), dan komunitas pecinta reptil (maak…ulernya bikin ngeri bow!) Kok tahu? Ya tahulah. Teman-temanku gitu hahaha. Jarang-jarang lho ada festival budaya yang melibatkan begitu banyak komunitas. Kemauan panitia FSN 2016 merangkul semua kalangan patut diacungi jempol. Kerja sama adalah kunci penting keberhasilan. Dengan bersama kita bisa mengerjakan hal-hal yang sepertinya musykil untuk dikerjakan.

s
Pelajar ikut menyukseskan Festival Siti Nurbaya 2016 dengan cara membersihkan pantai sebelum acara dimulai. Mereka keren dan kompak

Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan FSN 2016, di antaranya: lomba membuat teh talua, lomba maelo pukek (menarik jala ikan), selaju sampan, panjat pinang, dan karnaval perahu hias. Selain itu juga ditampilkan pertunjukan tari tradisional oleh anak-anak sekolah. Acaranya seru dan keren. Dengan latar belakang debur ombak Pantai Muaro Lasak, acara yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang ini patutlah disokong sepenuh-penuhnya. Sebagai ikon budaya, festival ini patut ditunggu kehadirannya setiap tahun.

Share Button

2 Replies to “Yang Keren dari Padang: Festival Siti Nurbaya 2016”

  1. muhammad habibi

    Mantap ya kota padang, selain pembangunan temapat wisata juga membangun mental masyaraktanya, melalui festival siti nurbaya kembali menggiatkan pemuda untuk mencintai budaya minang. salut

Leave a Reply

Your email address will not be published.