4 Unsur Dalam Cerita Disney (yang Bisa Kita Tiru)

Ada hikmahnya juga saya suka menonton film. Ini membuat saya menemukan rumus utama film-film Disney, yang biasanya meledak di pasaran dan disukai anak-anak. Rumusnya ternyata sangat sederhana. Terdiri dari empat unsur saja, yakni: Pada mulanya, tiba-tiba, kemudian dan akhirnya. Nah, apakah itu? Berikut penjelasannya.

1.Pada mulanya

Ini adalah rumus awal nyaris semua cerita Disney. Coba cek semua film-film laris mereka. Finding Nemo, Freaky Friday, Ratatouille, Bed Time Stories, The Princess and the Frog, Maleficent, Tinker Bell, atau Frozen, diawali dengan: Pada mulanya.
Bagian ‘pada mulanya’ memperkenalkan siapa tokoh utama lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya (semua kelebihan dan kekurangan mereka ini nantinya berkelindan dengan nasib sang tokoh di sepanjang cerita), penonton dikenalkan pada kehidupan mereka yang baik-baik saja serta mimpi atau harapan mereka. Ini adalah bagian yang tenang. Seperti suasana danau saat cuaca cerah. Sulit dipercaya sesuatu yang buruk akan terjadi.

2. Tiba-tiba
Lalu sesuatu terjadi! Di sinilah tempat semua masalah diperkenalkan. Dalam Finding Nemo, tiba-tiba Nemo tersesat. Dalam The Princess and the Frog, tiba-tiba Teana berubah jadi kodok. Dalam Maleficent, tiba-tiba sayap Maleficent dipotong. Masalah ini menjadi titik balik hidup mereka yang baik-baik saja. Biasanya masalah terjadi karena kekurangan mereka. Dalam Tinker Bell, misalnya, masalah terjadi karena kecerobohan yang menjadi salah satu sifat Tinker Bell. Dalam Finding Nemo, sifat Nemo yang terlalu ingin tahu membuat ia lupa pada nasehat ayahnya. Ia jadi terbelit masalah.

3.Kemudian
Inilah bagian perjuangan. Tokoh utama kemudian dipaksa berjuang untuk menyelesaikan semua masalah yang menimpa mereka. Jika di bagian ‘tiba-tiba’, masalah terjadi karena kekurangan mereka, di bagian ‘kemudian’, masalah dipecahkan oleh apa-apa yang menjadi kelebihan tokoh utama. Dalam Tinker Bell, misalnya, kecerdikan dan sifat pantang menyerah Tinker Bell, membuat ia berhasil keluar dari masalahnya. Dalam Maleficent, sifat asli sang peri yang penyayang, membuat ia berhasil merebut kasih sayang Aurora, dan akhirnya memenangkan pertarungan melawan raja. Dalam Frozen, sifat Elsa yang mandiri, berani dan punya naluri melindungi, membuat ia berhasil keluar dari masalahnya. Bagian ‘kemudian’ ini biasanya memiliki durasi paling panjang.

4.Akhirnya
Ini adalah bagian penyelesaian masalah. Setelah jungkir balik berjuang, akhirnya tokoh utama berhasil keluar dari masalah. Ia terlahir menjadi manusia dengan jiwa dan pikiran yang baru. Masalah yang ada justru menempanya menjadi manusia tangguh.

Nah, bagaimana dengan ceritamu? Jika saat ini kamu masih maju mundur dengan gagasan-gagasan dalam ceritamu, tak ada salahnya mencoba resep sederhana ala Disney ini. Sederhana di teori, namun keren banget di prakteknya.
Coba deh

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.