Tips Menambahkan Elemen Warna ke Dalam Tulisan

Saya suka menambahkan nama pada warna-warna di dalam naskah-naskah saya. Ada kesan tertentu yang tercipta setiap kali saya usai menambahkan nama warna. Sesuatu yang lebih tegas dan nyata seakan tercipta darinya. Alih-alih menulis ‘matanya berwarna coklat’ saya menulis ‘matanya berwarna coklat madu’ atau ‘berwarna madu’. Alih-alih menulis ‘kulitnya berwarna hitam’, saya menulis ‘kulitnya sewarna zaitun’ atau ‘bajunya sehitam eboni’. Kesannya lebih kuat dan lebih kongkret di benak pembaca.
Memberi tambahan nama pada warna harus disesuaikan dengan kesan yang ingin ditampilkan dalam cerita. Misalnya, untuk menciptakan kesan romantis, saya akan menulis ‘malam itu gaunnya berwarna zaitun’, dan bukan ‘malam itu gaunnya sehitam arang’. Jauh sekali perbedaan kesan antara zaitun dengan arang. Jadi, untuk memilih tambahan nama warna pun, seorang penulis harus hati-hati.
Berikut ini adalah sebagian warna yang ada di daftar saya. Kamu bisa mengambilnya, atau menciptakan nama warnamu sendiri.

1. Kuning kunyit, kuning nanas, kuning jeruk, kuning matahari, kuning lemon, kuning api, kuning markisa, kuning senja, kuning minyak
2. Putih porselen, putih shifon, putih santan
3. Merah ceri, merah rubi, merah anggur, merah mawar, merah anggur, merah darah, merah mahogani, merah berri, merah stroberi, merah jambu, merah hati,
4. Hijau rumput, hijau mint, hijau pinus, hijau seledri, hijau emerald, hijau anggur, hijau apel
5. Coklat tanah, coklat bata, coklat tupai, coklat madu
6. Hitam eboni, hitam malam, hitam lumpur, hitam limbah, hitam arang, hitam tinta, hitam zaitun

Jadi, mana yang lebih romantis, ‘matanya sewarna madu yang memantulkan cahaya matahari’ atau ‘matanya berwarna coklat’.

Selamat menulis

Share Button

2 Replies to “Tips Menambahkan Elemen Warna ke Dalam Tulisan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.