Ketika di Rumah Saja …

Selama seminggu kemarin bisa dibilang pekerjaanku luar biasa banyak. Aku mengurus ini itu dari pagi sampai sore, trus disambung malamnya kerja di depan laptop sampai tengah malam. Istirahatnya paling untuk masak, dan membacakan buku cerita buat anak-anak (selain mandi, makan dan tidur, tentu saja). Anak-anak sampai protes, “Ibu kerjaaaaa aja terus.” Ya mesti gimana. Namanya saja yang ibu rumah tangga, tapi kerjaan di luar seabrek-abrek. Tapi kesibukan luar biasa ini cuma sesekali saja.

Jadi, setelah hari Minggu, 30 Oktober berakhir, rasanya dunia jadi lapaaang begitu. Aku menanti-nanti hari Senin untuk … tidurrrr dari pagi sampai sore, trus disambung lagi dari habis isya sampai subuh :v :v :v. Rasanya bahagia sekali bisa berbaring dan berguling-guling, seakan-akan aku baru lepas dari hukuman harus berdiri satu kaki di depan kelas sepanjang hari.

Pada hari Selasa pagi ini hujan turun dengan lebat. Ya sudah, ambil selimut dan ngorok lagi … zzz zzz, tapi tiba-tiba ingat kalau kulkas kosong. Minta ampun deh. Akhirnya dengan semangat kemalasan aku pun bangkit dan jalan kaki ke pasar. Pengen rasanya pake sepeda, tapi capek banget mengayuhnya. Pengen pake motor, tapi malas mengeluarkannya (sebenarnya tujuan hidupmu apa sih, Maya?! :v :v :v )

Di pasar sambil terbengong-bengong seakan-akan pemudi kahfi yang baru keluar gua setelah tidur selama 309 tahun, aku menghampiri lapak demi lapak jualan. Mau beli ikan bawal, maaak … mahal bingit. Seekor 50 rebu, mana udah tegang-tegang lagi. Mau beli ikan raya, tapi banyak tulang, mau beli belut, males menggorengnya, lamaaa. Mau beli udang, malas menyianginya satu persatu. Benar-benar tanpa tujuan hidup kayaknya pagi ini. Ya udah, akhirnya beli macam-macam ubi aja. Ubi ungu, putih dan kuning. Mudah-mudahan gak ada yang protes kalau cuma makan ubi rebus sampai malam :v :v :v

Bolu oreo karya Ayesha
Bolu oreo karya Ayesha

Akhirnya setelah keliling-keliling gak jelas, bisa juga aku beli ikan nila dan segala macam sayur mayur. Di rumah, semua sudah menyambutku dengan mata berbinar-binar, menyangka aku akan memasakkan makanan yang luar biasa enak dan kreatif. Hihu … mereka gak tahu aja kalau aku cuma mau rebus ubi. Untung saja Ayesha cepat tanggap dengan kemalasanku pagi ini. Dia segera nyambar telur itik, tepung, oreo dan segala macam bahan, me-mixer-nya, memanggang trus … taraaaa …. jadilah kue bolu oreo. Aku sterbengong-bengong saja melihat kue itu di atas meja. Itu anak kapan pinternya bikin bolu oreo ya. Maknya aja nggak pernah bikin. Tapi … ya sudahlah.

14
serabi pisang keju

Akhirnya, setelah sekian jam berjihad keluar dari kemalasan, berhasil juga aku membuat sebuah makanan ajaib sore ini, namanya serabi pisang keju. Itu makanan hasil karanganku sendiri saja. Bahannya santan encer, terigu, telur itik satu buah, ragi, gula pasir, pisang yang dipotong kecil-kecil dan keju. Semua bahan kecuali keju kuaduk rata, trus dimasak pake teflon. Kata anak-anak sih rasanya enak banget.  Serabi paling enak yang pernah mereka makan. Ya, aku senang-senang aja sih mereka kompak berbohong untuk menyenangkan hatiku. Atau … mungkin makanan itu benar-benar enak di lidah mereka yang putus asa melihat kemalasanku hari ini.

Ya, sudahlah. Kusudahi saja tulisan nggak jelas ini. Lanjut tidur lagi. Zzzz … zzzz

Share Button

2 Replies to “Ketika di Rumah Saja …”

Leave a Reply

Your email address will not be published.