Udta Punjab: Sebuah Jeritan dari Dunia yang Tak Ingin Ditinggali

udta-punjab-20160411154349-14202Kolom Cakrawala Film Harian Haluan, 13 November 2016

Satu dekade belakangan, film India mengalami perubahan besar-besaran, baik dalam soal tema, maupun bentuk penceritaan. Film-film produksi Bollywood ini tidak lagi melulu soal romansa sepasang manusia. Temanya meluas, mulai dari rasisme, seperti yang terlihat dalam My Name is Khan, politik seperti yang tampak dalam film Bajrani Bajran, tema pendidikan seperti yang diusung Three Idiots, dan yang terbaru, Udta Pubjab, mengisahkan carut marut Punjab yang terjerat narkotika. Musik pun tidak lagi mendominasi film. Pun, dangdut bukan lagi satu-satunya jenis musik yang ditampilkan. Dalam Udta Punjab, musik rap dan rock justru menghentak sejak menit-menit pertama.

Udta Punjab yang arti Inggrisnya adalah Flying Punjab, suatu istilah yang menggambarkan kuatnya jerat narkoba di daerah punjab, dibuka dengan adegan tiga lelaki menyelundupkan narkoba diam-diam ke Punjab. Mereka melemparkan paket heroin seberat 3 kg ke wilayah mafia narkoba. Sialnya, paket itu ditemukan seorang gadis yang hingga akhir cerita tidak diketahui namanya. Gadis itu (diperankan Alia Bhatt), seorang atlet hoki sekolah yang terpaksa memupus cita-citanya sebagai atlet profesional karena tekanan ekonomi, adalah seorang pekerja ladang. Begitu tahu benda yang ditemukannya adalah heroin, gadis ini berupaya menjualnya, dengan harapan mendapatkan uang banyak dan bisa kembali ke sekolah. Malang baginya, ia justru menghubungi pembeli asli heroin itu yang kebingungan karena paketnya tidak bersua. Begitu bertemu si gadis, anak buah mafia ini segera menculiknya, menyekapnya di rumah sang mafia narkoba lalu menyiksa dan memperkosanya berkali-kali.

Di tempat lain, Tommy Singh (diperankan Shahid Kapoor), adalah seorang bintang musik idola sejuta remaja. Ia pengguna narkoba sejati. Heroin adalah energinya untuk menulis lagu-lagu ngehits yang kebanyakan liriknya berisi carut marut dan mesum. Suatu kali, ia ditangkap polisi Sartaj Singh (diperankan Dilijit Dosanh) karena pesta narkoba. Sartaj adalah polisi korup yang mendapat penghasilan tambahan dari pesangon para bandar narkoba. Ia kena batunya ketika adik yang sangat dicintainya ternyata terjerat narkotika. Di titik ini, hidup seluruh tokoh-tokohnya bertemu.

Tommy Singh, yang kemudian dibebaskan dengan jaminan, lalu kabur ketika sebuah panggung besar dipersiapkan untuk menyambutnya. Di tempat lain, si gadis atlet hoki juga kabur dari sekapan mafia narkoba. Mereka bertemu sebagai gelandangan. Miskin dan nestapa. Terikat oleh persamaan nasib, si gadis lalu menolong Tommy Singh dari para penggemarnya yang marah.

Film sepanjang 2,5 jam ini ditutup oleh aksi Sarjat Singh bersama Tommy Singh menghabisi seluruh anak buah mafia narkoba yang menyekap si gadis hoki, dan yang bertanggung jawab atas peredaran seluruh narkoba di Punjab. Adegan ini seolah menjadi semacam penegasan, bahwa apapun bentuknya, dan bagaimanapun caranya, narkotika harus diberantas habis di muka bumi untuk mencegah lost generation.

Secara keseluruhan Udta Punjab  adalah Bollywood bercitarasa Hollywood. Tidak ada adegan melankolis, tangis gadis patah hati, penderitaan menanggung rindu dendam pada sang kekasih dan yang semacamnya. Yang ada rangkaian adegan mencekam dan penuh kekerasan yang membuat jantung berdegup dua kali lebh cepat. Dua pemain utamanya, Shahid Kapoor dan Alia Bhatt patut diberi standing ovation. Penampilan mereka prima sekali. Saking primanya, penampilan aktor-aktris lain jadi tertutup. Bukan berarti Dilijit Dosanh dan Kareena Kapoor yang bermain sebagai dokter bermain jelek, hanya saja, ketika satu dua bintang tampil begitu dekat dan cemerlang, wajar kiranya jika penonton kurang bisa melihat pijar bintang-bintang lainnya. Dua bintang utama ini tampil sangat total.

Patut dicatat, Udta Punjab bukanlah film yang pas untuk ditonton anak-anak. Filmnya penuh adegan kekerasan, muncratan darah, pelecehan seksual, dan segala bentuk tindak kriminal lainnya yang membikin jeri. Saya sampai tiga kali berpikir untuk berhenti menonton film ini di tengah jalan. Tetapi, karena terpikat akting prima Shahid Kapoor, akhirnya saya berkeras hati juga menontonnya sampai habis.

Terakhir, tabik untuk sang sutradara Abishek Chaubey, yang berhasil membuat film yang terlihat begitu nyata.

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.