Fantastic Beasts dan Ledakan Imajinasi

Selamat datang di dunia magis J.K Rowling yang luar biasa. Di sini segala sesuatunya begitu istimewa. Hewan-hewannya aneh tiada terkira. Tongkat-tongkat sihirnya memiliki kekuatan yang membuat siapa saja terpesona. Dan di dalam dunia yang menawarkan keajaiban itu, ada sebuah koper berisi hewan-hewan fantastis yang kelihatan menyeramkan, namun tidak berbahaya. Di antaranya ada niffler, hewan mirip platipus yang suka benda-benda berkilau, bowtruckle, hewan mirip belalang daun yang pandai membuka kunci, erumpent, hewan mirip badak yang punya kepala berkilau dan occamy, hewan mirip naga yang bisa membesar dan menyusut sesuai ruang tempatnya berada. Koper ajaib itu milik magizoologist atau ahli hewan ajaib bernama Newt Scamander. Dan dunia J.K Rowling yang kita ceritakan ini berjudul Fantastic Beasts and Where to Find Them. Ini adalah dunia yang dibangun sutradara David Yates berdasarkan buku dan skenario yang ditulis oleh penulis kesayangan jutaan anak-anak di dunia, J.K Rowling.
Film Fantastic Beasts dimulai di New York. Alkisah Scamander dalam perjalanan menuju Arizona untuk melepas salah satu hewan ajaibnya, macusa, di habitat aslinya. Namun, begitu ia sampai di New York tanpa sengaja koper ajaibnya tertukar dengan koper milik Jacob Kowalski, seorang pekerja pabrik yang bercita-cita memiliki toko roti. Insiden itu membuat sebagian hewan ajaib Scamander keluar dan membuat kerusuhan. Dibantu Porpentina Goldstein, seorang auror (tentara sihir) dan Queenie Goldsten, adik Porpentina, Scamander berupaya menemukan kembali hewan-hewan itu sebelum membuat kerusakan lebih banyak. Di saat yang sama, Kementrian Sihir tengah menghadapi masalah pelik. Sebuah kekuatan jahat yang sangat dahsyat tengah menghantui New York. Hal ini bisa membuka identitas dunia para penyihir yang berpotensi menimbulkan perang hebat antara penyihir dengan manusia. Scamander terjebak di tengah masalah ini. Mau tak mau, ia harus ikut turun tangan menyelesaikannya.
Fantastic Beast adalah karya jenius lain dari J.K Rowling. Pada awalnya, buku Fantastic Beast adalah sebuah buku pelajaran Harry Potter. Buku ini sengaja ditulis Rowling untuk melengkapi bacaan serial Harry Potter. Di kemudian hari, buku yang konon seluruh royaltinya disumbangkan untuk amal ini diputuskan diangkat ke layar lebar untuk memenuhi kerinduan para fans dunia ajaib Harry Potter.
Fantastic Beast penuh dengan karakter-karakter yang sangat mencuri perhatian. Namun, yang paling menarik dari semuanya adalah karakter Jacob Kowalski (diperankan dengan cemerlang oleh Dan Fogler). Kowalski ditampilkan lugu, jujur, percaya diri dan sangat setia kawan. Gesturnya juga lucu dan mudah menarik perhatian. Meski ia tampil sebagai pemeran pembantu, namun, sinarnya mengalahkan pemeran lainnya. Penampilan Ezra Miller yang berperan sebagai Credence juga patut dicatat. Aktor muda yang naik namanya lewat film We Need to Talk About Kevin (2011) ini tampil mengesankan sebagai anak panti asuhan yang menderita lahir batin oleh ibu angkatnya, namun di sisi lain menyayangi sang ibu nyaris tanpa syarat. Ia juga berhasil menampilkan kecamuk batinnya dalam ekspresi wajah dan gestur tubuh yang sangat muram.
Yang justru mengejutkan adalah penampilan Eddie Redmayne, pemeran Newt Scamander. Aktor peraih Oscar lewat perannya sebagai Stephen Hawking di film Theory of Everything ini justru tampil biasa saja. Ia kurang menyatu dengan lakon Newt Scamander, penampilannya agak kurang mengesankan. Sungguh agak disayangkan sebenarnya, karena saya justru berharap banyak padanya di film ini.
Secara umum, film yang dengan cepat melejit ke tangga teratas box office ini, sangat menyenangkan untuk ditonton. Film ini penuh berisi ledakan imajinasi J.K Rowling dan David Yates. Jika anda ingin menemukan kembali jiwa kanak-kanak yang imajinatif dan periang, saya anjurkan untuk menonton film ini. Tapi, film ini–sebagaimana yang tertulis di layar bioskop–tidak cocok untuk anak di bawah 13 tahun. Bahkan, saya pikir, dengan adegan ciuman yang sangat kentara di akhir cerita, orang tua perlu menimbang membawa anak-anak mereka yang sudah berusia 13 tahun untuk menontonnya.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.