Tempat Makan Paling Enak di Bukittinggi: RM EVI

Tanggal 8-12 Desember 2016 kemarin kami sekeluarga keliling ke beberapa tempat di Sumbar. Tujuannya selain untuk silaturahmi juga mau riset untuk novel terbaruku (risetnya mengenai apa dan novelnya tentang apa ntar aja ya kukasi tahu pas novelnya terbit ^_^). Nah, selama keliling-keliling itu aku banyak menemukan hal-hal menarik dan singgah di tempat-tempat keren. Satu di antara hal menarik itu adalah RM Evi yang terletak tak jauh dari Simpang Gadut Bukittinggi. Rumah makan ini persis berada di seberang tugu Angkatan Udara yang ada monumen pesawatnya (hwadoh aku lupa nama tugunya dan lupa pula motretnya :v ). Rumah makan ini rame banget, pengunjung seperti tak henti-henti masuk. Maklum aja, rumah makan ini emang terkenal enak. Dari rentang 1-5 bintang, kukasi rating 5 bintang. Serius. Nggak ada satu makanan pun yang rasanya di bawah nilai 7. Pokoknya, derajat kelezatannya tinggi sekali.

Sebagaimana rumah makan Minang umumnya, RM Evi juga menghidangkan ragam makanan di atas meja. Saat itu, kami kebagian rendang, ikan gulai, ayam bumbu, ayam gulai, anyang (urap) daun pepaya, ikan bakar dan samba lado hijau. Berhubung aku cenderung menjadi herbivora ketimbang omnivora, maka makanan yang kusikat cuma sayur-sayuran dan cabe. Meski begitu aku juga mencoba aneka jenis kuah makanan yang terhidang, semisal kuah rendang, kuah ikan gulai dan kuah ayam gulai. Rasa dedak rendangnya maaaak … menjejak di lidahku, bergulir manis ke kerongkonganku. Terakhir aku memakan rendang selezat itu adalah saat ibuku masih ada. Mazhab bumbu rendang RM Evi sama dengan mazhab bumbu rendang ibuku. Tak banyak orang yang bisa membuat rendang dengan mazhab seperti itu. Rasanya seperti campuran antara adukan bumbu yang berasal dari tanaman yang dirawat dengan penuh kasih sayang, manis pedas cabai, menyatu dengan hangat embun yang perlahan bergulir di ujung dedaunan saat diterpa cahaya matahari. Ada kebahagiaan yang meledak-ledak di ujung lidahku saat mencecap bubuk rendangnya. Sensasinya hanya bisa disamai dengan perasaan saat mendapat setumpuk buku paling bagus yang pernah ditulis manusia.

Ah-mazing!

Bagi kamu-kamu yang berencana mengunjungi Bukittinggi di akhir tahun ini, sempatkanlah mencicipi kelezatan rasa paling original dari masakan Minang. Tapi, maaf, aku tak bisa menjamin kalau kamu tak ketagihan untuk mencicipinya lagi, lagi dan lagi.

 

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.