Pengalaman Kehilangan Boarding Pass Garuda di Bandara

Mengalami kehilangan sesuatu yang penting itu tidak menyenangkan, meskipun bisa menjadi pelajaran untuk masa yang akan datang. Aku mengalami hal itu beberapa waktu lalu di Bandara Soekarno Hatta. Aku kehilangan boarding pass Garudaku. Keadaan jadi sedikit menegangkan bagiku karena teman seperjalananku cemas bukan main, seakan-akan aku tidak bisa balik ke Padang lagi saat itu, dan mesti beli tiket baru lagi. Kuabaikan kecemasan-kecemasannya yang tak beralasan itu. Dikira ini tiket bus apa, yang kalau hilang selembar mesti beli lagi ke kenek. Sebuah boarding pass pasti sudah tercatat di sistem tiket maskapai. Jadi, kalau hilang, aku yakin pasti bisa mendapat gantinya. Soale aku udah check in gitu lho. Jadi, mustahil rasanya kalau namaku tak ada dalam data mereka.

Teman seperjalananku menyuruhku menyusuri jalanku tadi, sampai ke atas. Tapi … Terminal 3 itu besarnya bukan main, dan aku juga tidak yakin bisa menemukan boarding pass itu lagi. Soale sepertinya petugas kebersihan bandara tidak membiarkan sampah sekecil apapun berserakan. Jadi, menurut logikaku, kalaupun boarding pass itu tercecer, mungkin sudah ditemukan seseorang, dan boleh jadi, sudah dibuang ke tong sampah, atau dikembalikan ke counter Garuda. Who knows.

Aku memutuskan bertanya pada seorang pramugari Garuda yang baru turun ke Terminal 3, dia menyarankanku untuk pergi ke bagian counter tiket Garuda yang mudah ditemukan di situ. Kuikuti sarannya, lalu kujelaskan permasalahanku pada sang CS di balik meja. Dengan sangat ramah CS menyarankanku pergi ke counter tiket Gerbang Keberangkatan 3, yang menjadi gerbang keberangkatanku. Pas sampai di Gerbang 3, setelah dengan singkat menjelaskan, sang CS langsung meminta tiket dan KTPku lalu mencetak boarding pass. Ha! Easy!! Gampang banget. Tak sampai lima menit aku sudah memegang kembali boarding passku. Dengan gembira kulambai-lambaikan boarding pass itu ke temanku yang masih berpikir aku tak kan bisa balik bareng dia. Halah, hidup jangan pesimis gitu dong. Dia kelihatan lega.

O ya, ada bonus lainnya dari hilir mudikku mengurus boarding pass itu, aku ketemu Agnes Monica yang kini dikenal dengan nama Agnez Mo. Sayang banget aku gak bisa minta foto bareng dia. Soale, dia jalannya cepat banget. Ligat. Kelincahannya ternyata bukan cuma di panggung, tapi juga di jalan. Baru beberapa menit berlalu dari hadapanku, tau-tau dia sudah di ujung terminal. Handeh …

Ya gitulah secuplik pengalamanku. Garuda memang top banget. Pelayanannya kece badai. Pantaslah dinobatkan menjadi maskapai penerbangan dengan pelayanan terbaik di dunia. Maju terus Garuda!

Share Button

2 Replies to “Pengalaman Kehilangan Boarding Pass Garuda di Bandara”

  1. Febiyanty soamole

    Boarding passku dan bos2 ku rusak dan itu buat pertanggunjawaban kami dan perjalanannya tgl 19 mei sebanyak 5 boarding pass,apakah sy bs mencetak kembali boarding pasa yg rusak?

Leave a Reply

Your email address will not be published.