Serunya PERPUSERU

Ini sungguh-sungguh late post, kalau bukan karena kesibukan segala macam, kegiatan yang satu ini pasti udah kuposting sejak masih berlangsung. Jadi gini, tanggal 29 November s/d 3 Desember 2016 lalu aku mengikuti kegiatan PERPUSERU yang diselenggarakan Coca Cola Foundation dan Perpustakaan Nasional di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh utusan dari 18 provinsi di Indonesia. PERPUSERU adalah singkatan dari Perpustakaan Seru!, sebuah gerakan CSR Coca Cola untuk mengembangkan perpustakaan-perpustakaan di Indonesia. Di Sumatra Barat sendiri ada tiga daerah sasaran kegiatan PERPUSERU, yakni Solok, Pasaman dan Payakumbuh. Kegiatan ini sudah dimulai di Sumbar sejak 2012.

Waktu aku dikasi tahu bakal berangkat ke Jakarta sama pihak Perpusda Sumbar, aku rada degdegan juga, soalnya, pertama, bakal ninggalin anak selama empat malam (aku gak pernah ninggalin mereka begitu lama, Mukidi! Ini betul-betul di luar kuasaku! *mulai drama :v :v :v ), dan kedua, aku masih meraba-raba apa itu Perpuseru. Aku mencoba mencari info sebanyak-banyaknya sebelum ke Jakarta. Tanya sana sini, sampai akhirnya mendapat gambaran yang cukup jelas.

Aku berangkat dengan Garuda pukul 11 siang. Bersamaku ikut juga enam utusan Sumbar lainnya (sebenarnya jumlah semuanya ada delapan, tapi yang dari Solok gak bisa ikut karena sesuatu hal). Enam lainnya adalah Pak Alwis (Kepala Perpusda Sumbar), Bu Reni, Kabid Program Perpusda Sumbar, Fadli (pustakawan UPI, mewakili perguruan tinggi), Muharram (mewakili Perpusda Pasaman Barat), Bu Yeni (mewakili Kominfo Sumbar), dan Pak Elfindri (mewakili Bappeda Sumbar). Aku sendiri mewakili komunitas Kelas Kreatif Indonesia.

Begitu sampai di bandara Soekarno Hatta, kami langsung didadah-dadah sama pihak panitia yang tampak mencolok dengan seragam oranye, dan karton bertuliskan PERPUSERU. Ditambah dengan seruan-seruan “Perpuseru!!” dari mereka. Dari kejauhan saja aku udah tahu kalau merekalah para penjemput kami :v :v :v

Tim dari Sumbar merumuskan hasil diskusi kami di lembar yang disediakan

Kegiatan kami berlangsung di Hotel JS Luwansa yang … yak! bila ada yang menebak itu kawasan macet! maka anda benar sodara-sodara sebangsa dan setanah airku! :v :v :v. Perjalanan dari bandara ke hotel saja memakan waktu nyaris tiga jam! Rasanya masih lebih cepat perjalanan Padang-Jakarta ama Garuda :v :v. Jadi, wajar aja pas udah sampai di hotel, semua anggota rombongan langsung tepar. Ingin bobok enak duyuuuu sampai pagiiii.

Acara #PERPUSERU keren abis! aku berkenalan dengan banyak rekan-rekan dari berbagai daerah. Mereka yang duduk semeja denganku di hari pertama berasal dari Palembang, Kalimantan, Bali, Sulawesi dan Papua. Kami semua disuruh kenalan, duduk nyampur-nyampur supaya … yah pastilah supaya mengenal rekan sebangsa kan ya. Panitia juga bikin banyak games yang bikin ngikik. Satu yang paling kuingat adalah game manekin challenge, di mana seluruh peserta pura-pura jadi manekin dengan gaya yang mereka pilih sendiri.

Nah, oke, di luar semua kehebohan game, acara itu sendiri berlangsung sangat interaktif dan penuh pengetahuan. Tiap provinsi menjelaskan kemajuan dan kelemahan perkembangan perpustakaan di daerah masing-masing, lalu kami membantu memecahkan masalah dengan ide-ide. Dalam kegiatan per grup (Sumbar satu grup dengan Jawa Barat dan Bali), kami berdiskusi untuk merumuskan semacam strategi pengembangan perpustakaan di provinsi masing-masing ke depannya.

Hotel JS LUWANSA

Hotel JS Luwansa yang menjadi tempat pelaksanaan acara termasuk hotel dengan layanan yang sangat memuaskan. Makanannya sangat beragam dan enak, tersedia dalam beragam pilihan (Indonesia, Jepang/China, Eropa, Amerika) Makanan yang paling kusukai adalah sup kacang merah Meksiko. Kutambahi dengan taburan kacang almond, sehingga jadi mak nyus banget lezatnya. Setiap pagi ada jamu jahe dan kencur yang enak. Pokoknya dua jempollah untuk kualitas rasa masakannya. Pelayanan hotelnya juga sangat baik. Di hotel ini juga ada gym. Aku sempat nyobainnya satu kali, lalu memutuskan sepertinya aku tidak berbakat di bidang itu, dan besoknya memilih nonton tv saja :v :v :v (aku nonton MTV, udah bertahun-tahun rasanya gak nonton saluran tv yang satu itu)

Satu lagi nilai plus hotel ini menurutku adalah lokasinya. Hotel ini dekat kemana-mana. Di belokan jalannya ada Perpustakaan DKI Jakarta (sekitar 50 m jauhnya), di bagian kanannya ada gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, di sebelahnya ada Plaza Festival, pusat jajanan, mulai dari yang paling tradisional kayak ketoprak, sampai yang paling Jepang dan Amerika. Di lantai dasarnya aku ketemu toko buku bekas yang dengan bahagia kuobrak-abrik, lalu keluar dengan sekantong buku-buku cerita anak berbahasa Inggris yang keren untuk anak-anakku.

Saat mau balik ke Padang, di bandara aku ketemu Denni, rekan baikku di komunitas KKI, ternyata dia juga ke Jakarta untuk urusan kantornya.

Satu lagi yang menyenangkan, hotel ini juga dekat dengan Epicentrum (tak jauh dari Plaza Festival). Kawasan Epicentrum mengingatkanku pada kawasan di Singapura (seakan pernah ke sana ajeee! :v :v ) luas, lapang dan bersih. Secabik kecil sampah pun tak kutemukan di sini. Jalannya terbuat dari paving block yang berwarna-warni dan cantik sekali. Di tengah-tengahnya aku melihat sesuatu seperti jalur trem(?). Kalau itu memang jalur trem, betapa menyenangkannya Jakarta yang dulu. Minim kendaraan pribadi, maksimum transportasi publiknya. Satu hal yang membuat Epicentrum itu menyenangkan bagiku adalah … ada bioskopnya!! yah! sebagai penggemar film aku butuh fasilitas menonton dengan kualitas audio yang maksimal. Saat itu Bioskop XXI Epicentrum menayangkan Moana. Ya sudahlah. Bergabunglah aku dengan sekelompok anak kecil yang terlihat begitu bahagia melihat Moana kecil berlarian di pulaunya yang indah.

Begitulah kisah singkatku di Jakarta. Tolong jangan terlalu dipikirkan kalau aku kedengaran seperti liburan. Setiap hari memang liburan bagiku, prinsip hidup kami sekeluarga adalah everyday is holiday! Pekerjaan sesuai passion, anak-anak pun belajar dengan metode homeschooling, jadi ya … cucookk gituuu.

Dan … coba tebak apa yang terjadi saat anak-anak ditinggalkan sama ayah mereka selama empat hari itu. Di luar dugaanku semula, mereka ternyata hepi-hepi saja, dan kelihatannya bersenang-senang dengan jalan ke sana-ke mari.

Ya sudahlah :v :v :v

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.