Notebook Mania

lembar jadwal bulanan dan ide postingan blog bulan itu

Kalau ada yang nanya pekerjaan saya apa, dan saya jawab “nulis”, pertanyaan lanjutannya biasanya kayak gini, “nulis di koran mana?” ternyata, bagi sebagian orang pekerjaan menulis itu nyaris gak bisa dibedakan dengan pekerjaan jurnalis. Jadi,kadang untuk mencegah lanjutan pertanyaan saya sering jawab: ibu rumahtangga. Beres! Gak ada yang akan bertanya: jadi ibu rumah tangga di mana? Yang ada paling prihatin: eh, kasihan sarjana jurnalistik kok cuma jadi ibu rumah tangga. Sia-sia gitu kuliah dan jungkir balik menyelesaikan skripsi kalau ujung-ujungnya masak dan ngepel doang. (Oh ya, kalimat macam begini bukan sekali dua saya dengar. Heloooo, dikira mengepel lantai itu gampang apa? perlu ada pengetahuan mendasar mengenai suhu air, komposisi cairan pel lantai, jenis bakteri lantai, suhu udara, kecepatan angin *apa sih).

Saya suka jadi ibu rumah tangga, sebab itu artinya saya bebas mengatur hidup saya. Saya bukan orang dengan tipe ‘pergi kerja pagi pulang sore’, dan itu dilakukan setiap hari, selama bertahun-tahun. Saya tipe orang yang ‘i can do something more than you can expect, but, please, don’t tie me with routine“. Jadi, saya memilih jadi ibu rumah tangga. Sebuah pekerjaan yang membuat saya bebas melakukan apapun yang menarik bagi saya, menulis, mendidik anak, merancang pelajaran homeschooling anak-anak, melakukan kerja-kerja literasi, jalan-jalan, kursus, de el el. Nah, bayangkan betapa bejibunnya pekerjaan saya (>_<). Itulah sebabnya saya selalu membutuhkan buku catatan untuk menulis apapun yang penting, apapun yang harus saya kerjakan. Soalnya item pekerjaan ibu rumah tangga itu ratusan kan ya (haha), selain mengepel dan mencuci piring, saya juga mesti merancang pelajaran homeschooling anak-anak, menyelesaikan deadline naskah saya, mengembangkan kerja-kerja literasi saya (komunitas saya bermitra dengan beberapa lembaga untuk pekerjaan ini), dan pergi kemana-mana untuk menuntaskan sekian pekerjaan. Jadi, punya notebook, wajib hukumnya. Ya … saya emang masih kuno sih. Sementara orang-orang sudah menulis jadwal pekerjaan mereka di hp, tablet atau ipad, saya masih nulis di kertas (sayang pohon woiii), pake pulpen anak saya lagi (>_<). Maklumlah generasi jadul.

saya suka bikin gambar-gambar kayak gini. Kali ini saya menghiasnya dengan lagu Sia yang jadi favorit saya, Unstoppable

Kenapa saya suka buku catatan? (lah kok malah nanya ke diri sendiri), ya itu karena saya suka menggambar-gambar sesuatu gitu, sesuatu yang sulit saya lakukan di note gadget. Lagi pula saya juga kurang suka selalu butuh baterai setiap kali mau membuka jadwal. Rasanya gak sekseh banget (apa sih hahaha).

Buku catatan saya biasanya berisi jadwal harian (bulanan maksudnya … ehem), soalnya pekerjaan-pekerjaan yang saya lakukan biasanya memakan waktu bulanan, sehingga saya perlu membuat kalender jadwal di buku catatan. Saya menulis kegiatan di setiap kotak tanggal, dari Januari-Desember. Jadi, insyaallah gak ada yang terlewat (oh ya itu artinya saya mesti ngecek buku catatan sebelum membuat temu janji). Selain jadwal, juga ada kotak timeline naskah di buku itu. Kotak ini menggambarkan sejauh mana kemajuan semua naskah yang saya garap tahun ini. Juga ada kotak deadline-nya, jadi saya bisa menyiapkan semua naskah itu sebelum DL. Selain itu, saya juga menulis rancangan besar materi homeschooling anak-anak saya. Ini saya lakukan karena saya nggak mungkin kemana-mana membawa buku besar kurikulum hs keluarga. Lebih enteng membawa buku catatan sendiri kan ya. Penting bagi saya menulis rancangan hs itu di buku catatan karena saya sering berada di tempat-tempat yang kencang wifinya. Jadi, saya bisa mengunduh banyak materi belajar mereka, berdasarkan rancangan belajar hs itu (sekali dayung dua tiga pulau terlampaui). O ya, satu lagi yang ada di buku itu adalah ide-ide postingan blog. Kan lucu banget ya, pas mau ngeblog baru mikir-mikir apa yang mau ditulis. Buang waktu banget. Jadi, pas ada waktu luang saya nulis ide-ide postingan itu. Pas pengen ngeblog, saya langsung ambil salah satu ide.

Kayake nggak penting-penting banget ya postingan ini. Cuma artikel buat bernarsis ria aja hahahaha *uhuk-uhuk. Ya, sudahlah. Maafkeun kalau begitu. Sampai jumpa di postingan lainnya 😀

Ciaoooo

 

Share Button

One Reply to “Notebook Mania”

  1. sari dewi

    keren uni maya, kamu sosok yang inspiring… tetap semangat dan sehat selalu ya….
    serta tetap humble..

Leave a Reply

Your email address will not be published.