Ketika Kau Mencintai Sesuatu, Sesuatu Itu Akan Mendekat Padamu

Konon cinta adalah energi paling dahsyat di bumi. Dengan cintalah Allah menciptakan jagad raya, dan karena cintalah Ia memasukkan hamba-hambaNya ke surga. Hitunglah nikmat tuhanmu atas dirimu, niscaya, salat seribu tahun pun tak kan sanggup membayar satu saja di antara jutaan nikmat itu. Cintalah yang membuat Dia memelukmu. Dan cinta pula yang membuat Dia mengabulkan semua pintamu, meski bejibun banyaknya dosa-dosamu. Ini cinta. Cinta yang rahman dan rahim. Cinta yang menyeluruh, dalam dan menikam.
Konon, cinta itu magnet. Jika kau mencintai seseorang atau seseuatu, yang kau cintai itu akan perlahan mendekat padamu, dalam berbagai bentuknya. Cintamu tak berbalas? Tenang saja, meski cintanya tak untukmu, tapi ada sekeping dirimu dalam dirinya. Itu natural sifatnya. Suatu kali dalam hidupnya, ia pernah memikirkanmu. Perihal kenapa kalian tak bisa bersama, itu karena timbangan cinta itu mungkin tidak sama. But, it’s okey. Yang penting kamu pernah menelusup ke pikirannya.
Kamu pernah jatuh cinta pada sesuatu? Sebuah benda atau tempat, misalnya. Percayalah, suatu saat yang kau cintai itu akan mendekat padamu, dalam berbagai bentuknya. Pernahkah kamu membaca kisah orang-orang yang terkesan pada sebuah tempat yang pernah dibaca atau dilihatnya, lalu bertahun kemudian hidup membawanya ke tempat itu. Bagi kamu yang pernah baca Edensor Andrea Hirata pasti tahu bahwa Andrea pernah terkesan dengan Edensor di masa kecilnya, lalu puluhan tahun sesudahnya, dia sampai di tempat itu. Seorang adik saya pernah terkesan pada Jepang dan berharap pergi ke sana suatu saat nanti, lalu datanglah kehendak Tuhan, dia terpilih ke dalam program pengenalan budaya Jepang, dan tinggal selama 10 hari di sana. Suami saya sangat terkesan pada beberapa negara maju di Eropa, lalu bertahun kemudian, ia berkesempatan pergi ke Swiss dan mengalami dinginnya salju di sana. Dan banyak lagi kisah-kisah orang yang jatuh cinta pada Kabah, lalu tak lama sesudah itu, Tuhan memperjalankannya ke sana. Pendek kata, jika kau sudah jatuh cinta pada sesuatu, perlahan, ia akan mendekat padamu. Cinta adalah kekuatan yang saling tarik menarik. Cinta berada di sebuah dimensi yang kita tidak tahu. Ketika kita menginginkan sesuatu, cinta dari dimensi misterius itu turun, dan mulai menjulurkan sulur-sulurnya ke arah yang kita cintai. Lalu, perlahan kamu dan sesuatu itu saling mendekat. Entah cepat atau lambat.
Hidup saya berada dalam sulur-sulur cinta seperti ini. Terlalu sering saya dipertemukan Tuhan pada sesuatu yang membuat saya terkesan. Saya suka dengan pemikiran-pemikiran seorang lelaki, lalu Tuhan menikahkan saya dengan dia. Saya terkesan dengan beberapa orang di media sosial saya, lalu bertahun sesudahnya, Tuhan mempertemukan saya dengan mereka. Saya jatuh cinta dengan Yogya, lalu Tuhan membuat saya pergi ke sana berkali-kali. Saya jatuh cinta dan terkesan pada orang, tempat dan sesuatu, lalu Tuhan mengantarkan saya, atau mereka, kepada saya. Sungguh benar adagium berikut: jika kau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, alam akan berkonspirasi untuk membawamu ke sana.
Tuhan adalah Zat Yang Maha Memperjalankan. Saya selalu percaya itu. Ia memperjalankan ciptaanNya dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari satu maqam ke maqam kejiwaan berikutnya. Bila saya berjalan menuju sesuatu yang baru, yang saya tidak tahu, yang saya takut tidak mampu menjalaninya, ini yang selalu saya ingat, Tuhanlah yang memperjalankan saya. Dialah yang membuat saya sampai pada apa-apa yang mengesankan saya. Dialah yang membuat semua yang ada di pikiran saya, terwujud nyata. Dan lebih dari semua itu, ternyata, ketika saya sungguh-sungguh berusaha memikirkanNya, Dia pun masuk ke pikiran saya lebih dekat, lebih rapat, sampai-sampai Dia tahu segala rahasia paling rahasia di hati saya, sampai-sampai Dia memutuskan untuk membawa saya kepada apa yang saya inginkan.
Mungkin saya dan Dia saling tarik menarik, dalam sebentuk jalinan cinta yang saya tidak ketahui namanya.

 

*ini adalah artikel kelima dalam proyek #1hari1cerita yang saya gagas untuk diri sendiri

Share Button

Leave a Comment

Your email address will not be published.