Smurfs: Smurfette yang Seperti (Sebagian) Kita

Di antara kita mungkin ada yang punya anak seperti Smurfette (diterjemahkan jadi Smurfin). Dia tidak berhasil di nyaris semua pelajaran. Dia gagal di sains, parah dalam memasak, tak mengerti banyak hal, tapi di satu sisi dia manis dan baik hati. Ini membuat orang-orang kesulitan melabelinya apa. Bahkan, mesin penentu bakat pun sampai rusak saat berupaya mencari tahu apa potensi Smurfette sesungguhnya.

Lalu, suatu hari datang sebuah momen yang membuka mata semua orang tentang apa kelebihan Smurfette sebenarnya. Ketika seluruh temannya ditangkap dan orang-orang menuding itu semua akibat kesalahannya, Smurfette dengan gagah berani mendatangi Gargamel, penyihir ceroboh yang sangat ambisius, untuk membebaskan seluruh sahabatnya, dengan risiko ia kalah dan menjadi tanah liat, karena asal Smurfette adalah tanah liat yang disihir sehingga jadi smurf yang hidup (hmm … mirip kisah Pinokio yang awalnya boneka kayu lalu dijadikan hidup oleh peri ya). Smurfette berjuang hingga habis seluruh tenaganya, dan dengan ikhlas menjadi tanah liat kembali. Melihat pengorbanan itu akhirnya semua orang tahu apa Smurfette itu sebenarnya. Dia pemelihara kehidupan. Dia memang tidak punya bakat akademik tapi dia punya sifat welas asih yang membuat ia mau dan ikhlas memperbaiki apa-apa yang rusak di lingkungannya. Dia punya integritas tinggi. Ini juga membuat dia bisa menjadi seorang inspirator atau pemimpin.

Memang, ada rasa sedih saat melihat Smurfette yang begitu luar biasa akhirnya jadi tanah liat kembali. Alifa sampai bilang, “tadi Uni rasanya pingin nangis saat melihat Smurfette jadi tanah liat.” Ya, momen itu begitu menggugah karena memunculkan sebuah kesadaran bahwa setiap orang, seperti apapun dia, sesungguhnya sudah ditakdirkan Tuhan untuk punya peran penting dalam hidup ini. Kalau ada yang merasa belum punya peran, mungkin karena ia belum menyadari, atau karena terlalu disibukkan melihat rumput hijau orang lain, sehingga lupa dengan rumputnya sendiri yang boleh jadi lebih hijau dan subur. Saya terdiam beberapa detik melihat adegan Smurfette yang terkapar dan menyadari bahwa sebagaimana keluarga dan teman-teman Smurfette yang abai pada potensi kemanusiaan besarnya, kita di sini sebagai orang tua, boleh jadi juga abai dengan potensi kemanusiaan besar dalam diri anak-anak kita karena terlalu disibukkan pada prestasi akademiknya.

Smurf adalah film yang keren untuk anak-anak. Animasinya luar biasa dan sangaaaaat indah, juga artistik. Dan karena ini film anak-anak Hollywood (yang biasanya sudah punya resep baku sendiri), tentu saja film ini harus berakhir gembira. Ini membuat Alifa tidak jadi menitikkan air mata dan bisa ke luar bioskop dengan senyum bahagia.
Recommended

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.