Berkunjung ke Kampung Rendang Lampasi

Pernah makan rendang batang pisang? Atau … kamu justru baru mendengar nama makanan ini? Umumnya orang non Minang menganggap rendang adalah nama masakan, padahal, rendang adalah nama metode masak. Kamu bisa membuat rendang apapun, tidak terbatas pada daging sapi dan ayam saja. Kamu bisa merendang ikan teri, jengkol, kerang, bahkan batang pisang. Dan untuk kamu ketahui, nama-nama rendang yang saya sebut ini bisa ditemukan di ranah Minang.

Nah, kali ini saya berkunjung ke kampung rendang di Lampasi, Payakumbuh. Tempat ini sudah ditahbiskan sebagai kampung rendang karena begitu banyak tungku rendang (istilah untuk produsen rendang) di sini. Bahkan di gerbang masuk saja kita sudah disambut dengan ucapan ‘Selamat Datang di Kampung Rendang’. Begitu masuk, harum rendang menguar di udara, bikin perut lapar saja.

Penghargaan yang diterima Tungku Randang Erika

Kamu bisa berkunjung ke sini, singgah di tungku rendang mana pun, dan biasanya diizinkan untuk melihat dapur rendangnya. Kemarin kebetulan saya singgah di Tungku Randang Erika, yang ternyata baru mendapatkan penghargaan Sidhakarya pada 2016 lalu atas produktivitas dan kualitas produknya. Ketika saya meminta izin untuk melihat dapur rendangnya, saya dipersilakan pergi ke bagian belakang toko. Di situ saya melihat seorang laki-laki tengah mengaduk santan dalam kuali besi besar. Dapurnya sangat bersih. Bumbu-bumbu rendang ditaruh di sebuah meja. Di sebelah dapur rendang itu ada ruangan untuk menaruh rendang-rendang yang akan dikemas. Karyawan dapurnya menyodorkan rendang telur untuk saya coba. Waah, baiknya. Makanan gratis begini tentu nggak disia-siakan dong. Langsung deh disikat haghaghag.
Tungku Randang Erika ini sudah melayani pembelian sampai ke seluruh Indonesia. Waktu saya di sana saja, ada bertumpuk-tampuk kardus berisi rendang yang siap kirim ke berbagai daerah. Sepertinya, mereka memanfaatkan pasar online dengan baik ya.
Tungku Randang Erika memproduksi 9 kg daging rendang sekali masak, begitu kata tukang masaknya. Proses masaknya cukup njelimet siih, yaah, siapapun tahu ya kalau proses bikin rendang kayak gini memang ribet. Apalagi rendangnya untuk dikemas. Tentu proses masaknya harus benar agar rendang tahan lama. Dan karena rendang harus diaduk selama berjam-jam, maka tukang masaknya tentu harus kuat dan sabar. Inilah sebabnya kenapa saya susah bikin rendang. Kurang sabar sih :v :v :v

Rendang telur

Di sini ada beberapa jenis rendang yang bisa kamu beli, selain rendang daging, juga ada rendang ubi dan rendang telur. Jangan bayangkan rendang telur ini sebagai telur bulat yang diberi kuah rendang ya. Telurnya dibuat seperti kerupuk, gurih dan garing. Bubuk rendangnya pun kering. Enak buat cemilan. Proses bikin rendang telur lebih rumit dan lebih butuh kesabaran lagi.
Nah, kalau kamu mau mencari aneka jenis rendang lezat, berkunjunglah ke kampung randang ini. Hati-hati jangan sampai kalap, sebab semuanya nikmat disantap.

 

#1hari1cerita

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.