Mengunjungi Rumah Gadang Gajah Maharam di Kota Solok

Rumah gadang yang satu ini sudah menarik perhatian saya semenjak mulai aktif pergi ke Kota Solok membantu pustaka daerahnya mengembangkan literasi anak. Tampilannya yang mencolok sungguh menarik perhatian. Dari jendela bus saya melihat rumah gadang tersebut dan sedikit terpesona pada keindahannya. Sejak itu muncul tekad saya untuk datang ke sini bersama anak-anak untuk mengunjunginya secara langsung.Alhamdulillah niat itu kesampaian beberapa waktu lalu. Bangunan yang dikenal sebagai Rumah Gadang Gajah Maharam ini adalah pusakanya Kota Solok, didirikan tahun 1901 oleh Tuanku Lareh (sebuah gelar untuk pemimpin daerah). Tuanku Lareh ini bernama Husin Dt. Bandaro, murid dari Syekh Aminullah. Syekh Aminullah dikenal sebagai ulama kharismatik penyebar agaram Islam di Solok.

Rumah Gadang Gajah Maharam ini kedudukannya sangat istimewa bagi saya, karena Tuanku Lareh tidak hanya memfungsikannya sebagaiĀ  rumah tinggal bagi beliau dan keluarga, tapi juga menjadi tempat beliau mengajarkan ilmu-ilmu agama pada masyarakat sekitar. Di kemudian hari, ketika beliau mulai mendalami tariqat, beliau kemudian mendirikan sebuah surau tariqat bernama Surau Latiah bersama murid-muridnya.

Bangunan kecil yang di ujung adalah tempat untuk menyimpan bedug tua

Rumah Gadang Gajah Maharam ini sangat mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan Kubung Tigo Baleh, Lubuk Sikarah. Kalau kamu naik bus dari Padang ke Solok, kamu akan melewati rumah gadang ini. Tinggal bilang ke pak sopir kalau mau berhenti di sini. Kalau kamu ada di pusat Kota Solok, kamu bisa ke sini naik angkot, atau pakai ojek. Jaraknya 6-7 km dari pusat kota. Ongkos ojeknya 10 ribu.

Prasasti di halamannya. Tulisannya sudah kabur dimakan usia

Lingkungan rumah ini sangat asri. Saya melihat ada ada bedug tua di sebelah kanan rumah. Dahulu, bedug umumnya digunakan untuk memanggil orang sembahyang atau berkumpul. Di halaman juga saya temukan prasasti yang sayangnya sudah sulit dibaca.

Rumah ini selesai direnovasi pemerintah Kota Solok pada 2016 lalu dengan biaya 1 miliar. Sayang saya tidak bisa melihat bagian dalam rumah gadang ini karena kata ahli waris yang tinggal di belakang rumah, ini adalah rumah tinggal pribadi.

Hwaduh.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.