Menu Berbuka Hari Kesepuluh

Okeh ini rempeyek alias peyek. Saya sangat menggemari cemilan yang satu ini. Bikinnya rada ribet sih, lama pula. Saya lebih suka membeli daripada membuatnya. Namun, kali ini, tiba-tiba saya kepengen membuatnya sendiri, yang alhamdulillah rasanya ternyata lebih enak dari yang dijual di luaran (berdasarkan testimona anak dan suami … yah, maklum aja ya, mereka biasanya emang suka muji masakan saya dengan harapan saya tidak downĀ kalau sebenarnya masakan saya rasanya awut-awutan šŸ˜¬šŸ˜¬šŸ˜¬)

Saya mencoba memasukkan kapur sirih sesuai beberapa resep yang saya baca, tapi, kok setelah saya masukin kapur sirih warna adonanĀ rempeyek ya jadi kehijauan ya. Bikin paranoid aja. Akhirnya saya buang tuh adonan dan bikin yang baru, kali ini tanpa kapur sirih. Rasanya lazisĀ dan mantap.

Berikut bahannya:

tepungĀ beras 10 sdm

air (sesuaikan kadar air dan tepung berasnya agar jangan terlalu encer atau kental. Garam.

Bawang merah 10 bh, bawang putih dua siung, satu buah daun salam. Blender ketiga bahan ini bersama sedikit air.

kacang tanah secukupnya.

Cara membuat

Campur semua bahan kecuali kacang tanah. Panaskan minyak di kuali. Ambil satu sendok sayur adonan, masukkan beberapa butir kacang, kemudian taruh diĀ dindingĀ kuali, sekitar setengah cm dari permukaan minyak. Biarkan sebagian adonan mengalir ke dalam minyak. Setelah beberapa saat,Ā adonan akan lepas dari dinding kuali dan mengapung di atas minyak. Setelah berwarna kecoklatan, angkat.

Lakukan terus sampai adonan habis.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.