Sekolah Payung untuk Anak Homeschooling

Sebagian orang tua yang menyelenggarakan homeschooling menganggap ijazah tidak terlalu penting karena toh yang lebih penting adalah skill anak. Soal kuliah kan bisa masuk kemana aja dengan bekal prestasi yang didapat selama homeschooling. Sudah terlalu banyak cerita anak-anak homeschooling yang sukses kuliah di berbagai perguruan tinggi luar negeri. So … ngapain pusing gitu lho.

Saya sebenarnya termasuk orang tua jenis pertama, namun, kemudian saya berubah pikiran. Saya tetap merasa anak saya perlu ijazah, untuk jaga-jaga kalau suatu saat nanti tiba-tiba dia pingin sekolah formal. Satu lagi, mana tahu nanti dia harus mengikuti sesuatu yang salah satu syaratnya adalah kopian ijazah. Kalau saya keukeuh dia tidak ikut ujian paket, berarti saya egois dong. Itulah sebabnya kemudian saya mencari sekolah payung untuk anak-anak saya. Oke, memang dia bisa ikut ujian di PKBM, nggak perlulah masuk sekolah payung segala, tapi, bagi saya ini bukan sekadar perkara dapat ijazah saja. Sekarang ini banyak kegiatan anu dan itu untuk anak usia sekolah yang untuk mengikutinya diperlukan surat pengantar dari kepala sekolah, bukan orang tua. Jika anak-anak saya punya potensi untuk mengikutinya, namun, ternyata tidak bisa hanya karena tidak punya surat pengantar dari sekolah, betapa egoisnya saya. Kasihan anak-anak. Jadi, saya memutuskan untuk mencari sekolah payung.

Perjalanan menemukan sekolah payung ini tidak mudah. Mulanya saya mendatangi sekolah swasta tempat Ayesha dulu pernah belajar beberapa semester, ternyata mereka tidak bisa jadi sekolah payung. Perencanaan mereka belum sampai ke sana. Saya terus mencari sambil tetap mengajari anak-anak saya di rumah. Saya mendekati beberapa sekolah swasta di Padang. Kenapa swasta? ya, karena lebih mudah melobinya, aturannya nggak seketat di sekolah negeri. Beruntung kemudian saya menemukan sebuah sekolah alam yang sangat welcome dengan saya. Pemilik sekolahnya baik banget dan kemudian jadi teman saya. Anak-anak saya bersekolah di situ dua hari dalam seminggu. Khusus Ayesha yang mau ujian paket tahun depan, diberi latihan khusus untuk menghadapi UN. Sekolah ini juga nanti yang akan membantu mengurus ujian Ayesha sampai nanti mendapatkan ijazah paket. Alhamdulillah.

Ayesha saat merayakan HUT RI di sekolah payungnya. Meski Ayesha homeschooling, tapi di sekolah payungnya, Ayesha bisa mengikuti semua kegiatan

Bagi para orang tua yang mau meng-hs-kan anaknya, dan berminat mencari sekolah payung, berikut beberapa tips dari saya:

  1. Carilah sekolah swasta yang welcome terhadap ide menjadi sekolah payung bagi anak-anak hs. Temuilah pemilik/kepala sekolahnya, ceritakan tentang anak anda dan homeschooling yang sedang dijalani. Katakan apa yang anda harapkan dari sekolah tersebut. (Kalau saya, yang saya harapkan adalah ini: 1. Ayesha bisa belajar di situ untuk persiapan UN dua hari dalam seminggu sampai jelang UN. 2. Sekolah membantu mendapatkan ijazah paket untuk Ayesha. 3. Alifa (7,5 th), juga bisa belajar di situ bareng kakaknya dua hari dalam seminggu. SAM menjadi sekolah payung bagi Alifa. 4. Soal dana yang dikeluarkan akan menjadi kesepakatan bersama antara saya dan sekolah.)
  2. Ditolak satu atau dua sekolah itu biasa, karena, meski ide sekolah payung itu bukan hal baru, tapi belum banyak yang tahu dan paham.
  3. Mungkin sekolah akan bertanya soal bagaimana cara mendapatkan nomor induk siswa/dapodik. Mungkin sekolah akan bingung bagaimana cara membuat pelaporan penilaian ke diknas, dan ini bisa membuat mereka menolak anda. Nah, bagi saya solusinya sederhana saja: anak saya cuma perlu ijazah dan sekolah yang mau menaunginya. Karena dia homeschooling, sekolah tidak akan direpotkan dengan membuat data-data penilaian segala macam ke diknas. Semua data itu biar nanti saja diberikan, pas mau ujian paket. Anak cuma datang untuk belajar beberapa kali dalam seminggu, trus dipersiapkan untuk ikut UN. Sudah, itu saja.
  4. Kalau sekolah keberatan mengurus ujian paket anak, ya sudah, artinya orang tua lanjut nyari sekolah lain.
  5. Anak tidak mesti belajar di sekolah payung sekian hari dalam seminggu, itu tergantung kesepakatan orang tua-sekolah.
  6. Ada juga sekolah swasta yang betul-betul menjadi sekolah payung 100% bagi siswa homeschooling. Sekolah ini memberikan ijazah non paket kepada siswa hs. Mengenai metode belajar dan cara penilaiannya biasanya dibicarakan bersama orang tua.
Share Button

One Reply to “Sekolah Payung untuk Anak Homeschooling”

  1. Sarah Anggina

    lagi cari info ini banget di Padang, memang anak2 belum sekolah dan belum pasti memutuskan homeschooling, tapi ayahnya anak-anak mengajukan syarat ini kalau mau homeschooling, makasih uni informasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published.