4 Tips Ngeblog Dari Blogger Kelas Asia Pasifik

Apa blog itu dan bagaimana mengembangkan sebuah blog sehingga memiliki banyak pembaca? Dua pertanyaan ini dijawab oleh Budi Putra, blogger Asia Pasifik asal ranah Minang dalam acara flash blogging yang diadakan Kementrian Komunikasi dan Informatika,  25 Agustus 2017 lalu di Grand Inna Muara, Padang.

Narsis dolooo

Saya sangat antusias mengikuti acara ini, karena memang pingin belajar banyak tentang dunia blog dan seluk beluknya. Selama ini saya belajar otodidak saja. Lihat-lihat blog orang, trus belajar dari sana. Blog bagi saya serupa dengan majalah atau koran yang dimiliki sendiri. Kita yang rancang rubrikasinya, kita pula yang ‘memasarkannya’. Hanya saja, meski mirip, dari segi cara penyajian tentu berbeda, karena medianya beda. Inilah yang ingin saya pelajari.

Ada beberapa poin penting yang saya dapatkan di acara itu.

  1. Blog adalah personal log, alias catatan personal. Jadi, sebaiknya tulislah hal-hal yang ringan dan bermanfaat, hal-hal yang kita suka. Jika ingin menulis laporan investigasi politik atau yang semisal dengan itu, bukan blog tempatnya, tapi koran atau majalah (versi daring atau luring).
  2. Blogger beda dengan wartawan. Wartawan dinaungi medianya/lembaga persnya dan memiliki payung hukum, sementara blogger tidak. jadi, blogger mesti tahu batas-batas tulisannya.
  3. Blogger sebaiknya fokus pada satu atau dua topik agar punya ciri khas. (Hmm, mungkin maksudnya supaya lebih segmented ya). Sebaiknya Blogger tidak menjadi toko serba ada. (Hwaduh, saya gimana nih. Karena dapat job nulis review film dari sebuah koran, otomatis saya juga masukin itu ke blog :v :v :v)
  4. Blogger sebaiknya nulis konten-konten positif supaya blognya memiliki brand yang baik. Blogger juga sebaiknya cek dan ricek sebelum menulis sesuatu, dan tidak terpancing menyebar hoax.

Acara flash blogging ini sangat seru, terlebih para pembicaranya nyantai-nyantai gitu ^_^. Apalagi pas ada pembagian payung Jokowinya, waaa … (korban media sosial). Sayang gak dapat, hikz… payungnya cantik dan lebar. Mupeng banget.

O ya, khusus bagi saya pribadi, bagian lain yang menyenangkan dari acara ini adalah kehadiran Pak Sukardi Rinakit, ketua Tim Komunikasi Presiden. Saya suka baca tulisan-tulisan beliau di Kompas, alhamdulillah, bisa bertemu langsung orangnya. Pak Sukardi datang pas penutupan. Begitu datang beliau langsung kasi cerita-cerita lucu seputar pengalaman beliau bersama beberapa presiden Indonesia. Yang paling lucu adalah kisah beliau ama Gusdur. Kayak mana ceritanya? Ntar, saya cerita di kesempatan lain 🙂

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.