Mom’s Diary: Begadang Boleh Saja Kalau … Nyiapin Jualan Anak

Anak yang jualan, emak yang repot. Hwdeuh.

Semenjak anak-anak punya kegiatan reguler dua kali seminggu di sekolah payung homeschoolingnya, agenda emak berubah, terutama pada malam Senin. Biasanya, setiap malam emak sibuk nulis ini itu, tapi sekarang, rutinitas malam senin berubah jadi: memasak. Yes, Sodara-sodara senasib sepenanggungan di seluruh jagad nusantara. Bila anda semua sibuk nyiapin bekal anak-anak, maka saya sibuk nyiapin apa yang mau dijual anak-anak pada hari Senin, pasalnya, jadwal belajar pada hari Senin adalah …Β tradingΒ alias jualan. Apa yang mau dijual? Terserah. Nah, karena anak-anak tidak mau menjual sesuatu yang biasa-biasa saja, maka mereka pada sibuk mencari ide snack di internet. Idenya dahsyat-dahsyat. Mulai dari makanan yang bahannya nggak ada di Padang, sampai makanan yang ngeja tulisannya susah bukan main.

akhirnya emak mengajukan ide, bagaimana kalau kita buat makanan yang murah meriah dan enak saja? Misalnya roti. Yes, usul diterima. Mereka gembira, pergi tidur karena sudah pukul 21.00 WIB, dan saya langsung pontang-panting di dapur. πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”

 

Bikin roti itu gampang-gampang susah, apalagi kalau sepanjang proses pembuatan saya kepikiran terus dengan tulisan yang belum juga kelar-kelar 😳😳😳. Untung adonannya gak ngambek dan tetap okeh saat dimasak. Yah, keajaiban juga sih mengingat saya sebenarnya nggak pandai amat memasak.

Cukup lama sih bikin rotinya. Pas selesai saya liat jam … mak udah pukul satu malam, pantasan ngantu berat. Ya, udah. Setelah dibungkus dan sikasi stiker kayak gini, saya lanjut tidur. Semoga kuenya laris 😴😴😴.

 

***

update: ternyata kuehnya laris, sodara-sodara. 40 bungkus tandas semua dalam sekejap.

alhamdulillah πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.