Begini Cara Mudah Mengajarkan Anak Mencari Data Tulisan

Halo semua, saya kembali dengan materi yang saya ajarkan untuk siswa-siswa SMP saya. Kali ini materinya adalah bagaimana mengumpulkan data sebelum menulis sebuah artikel. Teorinya: sebelum mengumpulkan data, siswa harus:

  1. Menentukan apa topik yang mau diangkat terlebih dahulu
  2. Menentukan cara pengambilan data, wawancara atau studi pustaka
  3. Memilih dan memilah data mana yang bisa dimasukkan ke artikel
  4. Mulai menuliskannya.

Pada prakteknya, materi itu disampaikan seperti ini.

  1. Sebagai contoh, saya menentukan tema yang dekat dengan siswa, yaitu media sosial. Siswa akan menulis artikel tentang bagaimana interaksi siswa di sekolahnya dengan medsos.
  2. Bagaimana cara pengambilan datanya? Seperti ini. Saya membagikan lembaran ini ke mereka.

Apa ini? Ini lembaran survey atawa lembaran untuk mendapatkan data. Isinya? Ragam pertanyaan yang harus dijawab responden, karena survey dalam bentuk wawancara. Yang mau dicari datanya adalah semua  yang ada di lembaran ini.

Apakah ini cukup? Tentu saja tidak, karena kita juga harus tahu siapa responden kita. Nggak usah berat-berat pertanyaannya. Cukup yang kita butuhkan adalah data responden yang akan menunjang artikel kita. Misal: hobi, dll.

Cukup? Hmm, sepertinya sudah. Sekarang anak-anak tinggal memasukkan data ke dalam artikelnya.

Tapi, mulai dari mana? Jangan khawatir, saya sudah membantu dengan ‘template’ paragraf awalnya. Begini bentuk lembaran kerjanya.

Bagaimana hasilnya?

Nah ini dia.

Ini data yang diperoleh
biodata siswa yang mengisi
seluruh data yang sudah diperoleh. Data ini diisi oleh semua siswa di kelas menulis. Saya memberitahu siswa bahwa ini adalah data-data sangat berharga yang menjadi sumber utama tulisan mereka
Contoh artikel yang dibuat salah satu siswa berdasarkan semua data yang dikumpulkan

 

Pertanyaannya:

Bagaimana cara memasukkan semua data?

  1. Tinggal ikuti template paragraf awal yang saya buat.
  2. Kumpulkan semua data, misal: berapa jumlah siswa yang mengisi pertanyaan? berapa jumlah siswa yang punya instagram, facebook, dll. Cara memasukkan data ke dalam tulisan, bisa dengan cara begini: Dari 32 siswa SMP xyz yang ditanya, 14 di antaranya memiliki Facebook, 9 di antaranya menyukai snapchat, 3 menyukai twitter dan seluruhnya memiliki instagram. Menurut siswa bernama Jenny Fitri dari kelas VII B, ia lebih menyukai instagram ketimbang media sosial lain karena di instagram dia bisa memajang semua fotonya, dan melihat foto-foto karya orang lain yang bagus-bagus. Dia tidak punya Facebook, karena menurutnya facebook tidak menarik. Lain lagi menurut Vani dari kelas VIII A. Dia lebih menyukai Facebook ketimbang Instagram, meski dia juga punya Instagram. Menurut Vani, di Instagram dia tidak bisa menulis panjang, sementara di Facebook dia bisa menulis catatan-catatan bermanfaat.

Bagi yang ingin mengunduh lembaran menulis ini, bisa mendapatkannya di tautan berikut.

O ya, saya juga menyertakan ini untuk mereka. Sekadar bonus saja. Untuk bermain-main.

Ini ‘template’ ponsel pintar. Saya biasa menyertakan lembaran untuk di-kreatifi, oleh siswa-siswa saya, khususnya yang suka menggambar, karena ini membantu mereka untuk fokus. Mereka bisa menggambar ragam aplikasi di sini. Beberapa siswa saya lebih suka menyampaikan pikirannya melalui gambar/kalimat-kalimat singkat. Saya tidak memaksa mereka menulis panjang.
Saya juga memberikan lembaran ini. Artikel yang bisa disampaikan dalam chattingan singkat. Lembaran ini saya tujukan buat siswa saya yang tidak terlalu suka menulis panjang. Mereka umumnya lebih suka menulis dengan gambar-gambar, dan kalimat percakapan. It’s okey. Karakter anak beda-beda
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.