Apa Perbedaan Metode Pendidikan Montessori, Charlotte Mason dan Waldorf? (bag 2)

Silakan baca metode pendidikan Montessori di sini

Charlotte Mason

 Metode Mason cukup populer di Indonesia, dan belakangan, banyak keluarga homeschooling muslim yang mengadopsi metode Mason, meski mungkin mereka tidak menyadarinya. Mason menekankan pentingnya jadwal yang tertata. Cukup banyak saya perhatikan keluarga muslim yang merancang jadwal seperti ini untuk anak-anaknya: 08.00-09.00: hapalan ayat, 09.00-09.15: main, 09.15-10.00 membaca kisah nabi, dst. Orang tua tampil sebagai semacam editor yang memeriksa apakah kerjaan anak sudah sesuai yang diharapkan atau tidak. Jadi bisa dikatakan, dalam hal ini, Mason adalah oponennya Montessori yang lebih menekankah self correcting. Selain itu, Mason juga cenderung mendidik anak melalui hal-hal yang ada di dunia nyata, bukan di dunia yang sudah di-create sebelumnya seperti di Montessori. Jadi, kalau Anda menemukan keluarga homeschooling yang memilih mendidik anak-anaknya dengan cara menyuruhnya berdagang meski usianya masih 10 atau 12 tahun, dengan tujuan anaknya belajar how the real life is, maka bisa katakan dia ada di barisan Mason.

Lalu bagaimana dengan kecakapan membaca dan menulis? Mason lebih memilih mengajarkan anak membaca dan menulis saat usia mereka sudah di atas delapan atau sembilan. Ini adalah pengajaran yang banyak berkumandang sekarang di dunia media sosial bukan? Yeah, that’s mason.

Lalu bagaimana dengan metode Waldorf? Berikutnya …

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.