10 Buku Paling Mengesankan 2017

Apa kriteria buku yang paling mengesankan? Entah. Standarnya berbeda untuk tiap orang, tergantung genre favorit, pengalaman, subjek yang menjadi perhatian, pandangan hidup, dll. Bagi saya sendiri, cukup banyak bacaan yang mengesankan saya tahun 2017 ini, dari buku cerita anak sampai pemikiran keagamaan. Saya sendiri tidak pernah membatasi subjek buku saya. Asal menarik, pasti saya baca. Di rak saya sendiri bertaburan buku beragam topik yang kadang membuat saya merasa ‘lah ini kok kurang fokus banget jadi orang, semua mau dibaca’. Tapi ya, sudahlah, mungkin dalam genus pembaca buku, saya ini masuk spesies omnivora, alias pembaca segala :v :v :v

Ada beberapa bacaan menarik bagi saya, tapi tidak saya masukkan ke dalam daftar karena berbagai pertimbangan, misalnya Originnya Dan Brown karena belum tamat dan The God Delusion karya Richard Dawkins. Saya membeli buku ini karena pengen mengulik lebih jauh pemikiran atheisme-nya Mas Dawkins ini. Bukunya ini emang kontroversial banget, dan yah …. saya sendiri banyak memberi catatan nyaris di hampir setiap lembaran buku. Menurut saya sendiri, ada paradoks sebenarnya dalam buku Dawkins ini, yakni, ternyata dia se-fundamentalis kaum ortodok yang ia kritik. Dawkin sebenarnya tidak se-ateis yang dia pikirkan, sebab dia masih saja membicarakan Tuhan ke mana-mana. Mungkin Mas Dawkins lupa kalau orang hanya membicarakan apa yang selalu ada di pikirannya. Aih ….

Okeh, inilah dia 10 buku tersebut. Tidak semua buku terbitan 2017, namun yang jelas, saya mendapatkan semuanya tahun 2017.

  1. The Lost Girl in Rome karya Donato Carrisi.  Yes, inilah buku yang cukup mengguncang perasaan saya tahun 2017 ini. Muatannya filosofis banget. Donato Carrisi menguraikan dengan sangat apik filosofi kejahatan dan ketuhanan. Ada batas yang sangat kabur antara kebaikan dan kejahatan, dimana seseorang bisa melewatinya tanpa sadar. Ceritanya sangat padat, dan pikiran-pikiran Carrisi di dalamnya sangat bernas. Ending novel ini mengejutkan dan inilah yang mengguncang diri saya. Betapa Tuhan itu berbuat sekehendak hatinya, dan betapa Dia Maha Pemurah di atas segalanya. Sungguh mengejutkan saya, bagaimana buku ini justru menimbulkan sisi-sisi relijius dalam diri saya, meski buku ini bersifat thriller psikologis berlatar Katolik. Well, You can find God in any condition, right? you just need to open your heart. I love this book

2. Islam Tuhan Islam Manusia, karya Haidar Bagir. Buku ini merupakan kumpulan buah pikir Haidar Bagir, seorang pemikir keagamaaan. Saya cukup banyak  membaca karya-karya tulisnya, baik yang dimuat di koran maupun yang dipublikasikan di situs Mizan sendiri (Pak Haidar juga pemilik Penerbit Mizan Grup). Yang paling saya suka dari tulisan-tulisan Pak Haidar adalah dia mampu menjabarkan sesuatu dari intinya, sehingga ada kepuasan intelektual tersendiri setelah membaca tulisan-tulisannya. Wawasannya sangat luas, pengetahuan filsafat agama, budaya, psikologi manusia, sains, dan lainnya, dalam sekali, hingga kalau udah baca tulisannya saya rasanya nggak mau berhenti. Di antara yang saya dapatkan dari buku ini adalah, Tuhan sebagai sebuah entitas itu berada jauh di atas pemahaman manusia. Ini mengingatkan saya pada kata-kata Nabi Idris, Sungguh sulit memahami Tuhan, tapi bagi mereka yang mampu, mereka tak kan sanggup mengungkapkannya. Kemampuan manusia memahami Tuhan bermacam ragam, sesuai wawasan dan kecerdasannya. Pemahaman seorang Nabi tentu beda dengan pemahaman seorang awam. Pemahaman seorang sufi, tentu beda dengan pemahaman yang bukan sufi. Begitu kira-kira.

3. Mr. Mercedes oleh Stephen King. Buku ini sangat mahal untuk ukuran saya, Rp. 189 ribu, tapi saya bela-belain membelinya karena nama Stephen King. Yezzz, dia adalah pengarang favorit saya. Saya suka menyimak cara Stephen King membuat metafor dan analogi. Dia kwerren banget. Buku ini bukan buku horor, meski begitu suspens-nya saya pikir samalah dengan novel-novel horornya yang lain macam Bag of Bone, Carrie, IT  atau Cell. Buku ini memperpanjang keunggulan Stephen King dalam membangun karakter cerita.

4. Menuju Lentera Merah karya Fikrul Hanif Sufyan.Buku ini sungguh memperkaya pengetahuan saya akan sejarah daerah saya sendiri, Minangkabau. Buku ini secara lugas memaparkan gerakan-gerakan propagandis komunis di Padangpanjang. Banyak sekali data yang mengejutkan saya di buku ini yang membuat saya berkata ‘oh begitu’, ‘oh, begini’. Seringkali apa yang terlihat tidak seperti kelihatannya, karena itu kita dianjurkan untuk tidak tergesa mengambil kesimpulan. Banyaknya data dan fakta yang ditampilkan di buku ini, ditambah data foto, membuat saya yakin penulisnya pasti sudah menempuh riset yang panjang dan lama. Respek.

5. A Brief History of Time oleh Stephen Hawking.

 Saya sudah lama nyari buku ini dan alhamdulillah ketemu tahun ini. Telat banget ya, padahal buku ini sudah terbit sejak tahun 1988. Buku ini adalah buku fisika, jadi nggak heran kalau banyak ditemukan istilah-istilah fisika di dalamnya. Beberapa hal yang saya ketahui selama ini, ternyata bersumber dari pemikiran Hawking yang dikutip orang (baru nyadar setelah baca buku ini). Banyak sekali hal-hal menakjubkan yang saya dapat di buku Hawking yang membuat saya merasa ‘woa, May, kemane aje selama ini, kok geblek amat’. Buku ini keren, tapi mungkin, bagi yang nggak akrab dengan sains, buku ini akan terasa berat.

6. The Curse of Wendigo karya Rick Yancey. 

Ini adalah seri kedua Monstrumologis yang sama gelapnya dengan yang pertama. Monstrumologis sendiri sebuah novel serial monster yang mengisahkan petualangan Warthrop dengan asistennya, Will Henry. Warthrop adalah seorang monstrumolog, alias ahli monster. Saya sangat suka serial ini karena jalan cerita dan penokohannya begitu kuat. I can’t take my thinking off this book. Bagi mereka yang ingin mempelajari penokohan cerita, saya sarankan baca serial ini.

7. An Ember in the Ashes karya Sabaa Tahir. 

Novel ini asli keren banget. Dark fantasy, dystopiaromance, menyatu dalam kisah ini. Beda dari novel distopia lain macam Hunger Games yang terinspirasi dari mitologi Yunani, novel ini kayaknya terinspirasi dari kisah-kisah mistik Timur Tengah tentang jin dan segala macam jimat. Penokohannya kuat sekali, dan konflik yang dibangun terasa begitu realis. Kepadatan ceritanya di atas serial Hunger Games bagi saya.

8. History of the World 

Saya sengaja memesan buku ini sebagai bahan homeschooling anak-anak. Isinya lumayan bagus, ilustrasinya pun menarik. Saya mendapatkan buku ini di arena BBW melalui bantuan seorang pedagang buku online. Ini adalah buku yang saya bacakan untuk anak-anak saban malam. Satu topik setiap malam. Buku ini berbahasa Inggris, meski begitu mudah dipahami karena memang ditujukan untuk anak-anak. Bahasanya lebih sederhana. Kekurangan buku ini adalah tidak ada nusantara di dalamnya, padahal Sriwijaya dan Majapahit adalah kerajaan besar di kawasan Asia Tenggara.

9. Serial Halo Balita, Pelangi Mizan. 

Yah kalau punya anak balita jadinya banyak ngoleksi buku balita ya. Serial Halo Balita ini menjadi favorit saya karena bahasanya sederhana dan ilustrasinya bagus-bagus. Rekomen deh buat para orang tua dan sekolah-sekolah TK

10.  365 Kreasi dari Kertas dan Karton karya Fiona Watt. 

Nah karena anak-anak belajar dengan metode homeschooling, jadinya saya banyak ngoleksi buku-buku kreativitas. Ini adalah buku favorit saya dan anak-anak karena … masyaallah bagus banget ide dan ilustrasinya. Jempol banget buat yang buat. Rekomen banget nih buat semua ortu. Buku ini diterbitin Tiga Ananda, imprintnya Tiga Serangkai

 

 

 

Share Button

3 Replies to “10 Buku Paling Mengesankan 2017”

Leave a Reply

Your email address will not be published.