Menyusuri Kurikulum Pendidikan Islam di Zaman Keemasan (8-13M): Konsep Pendidikan Al Ghazali

Apa yang paling menonjol dalam peradaban Islam masa keemasan (8-13 M)? Yakni pendidikannya. Saya akan mencoba mengupas apa dan bagaimana pendidikan pada zaman itu dimulai dari akarnya, yakni filsafat pendidikan yang dirumuskan oleh para filsuf terkemuka Islam. Kenapa saya membahas dari akarnya? karena akar/filsafat itu adalah pondasi. Ibarat rumah, tanpa pondasi yang memadai, manalah mungkin rumah itu kuat menghadang beragam cuaca. Merumuskan sebuah model belajar tanpa memahami betul filosofinya sama aja dengan membangun rumah dimulai dari dindingnya. Seluruh ilmuwan terkemuka Islam adalah para filsuf dan sebagiannya adalah teolog. Itulah sebabnya kenapa pemikiran mereka terus bertahan sampai sekarang. Sebab mereka merumuskan sesuatu betul-betul dari yang paling dasar.

Setelah sebelumnya saya membahas konsep pendidikan Ibn Miskawayh di sini sekarang saya akan membahas konsep pendidikan Al Ghazali, seorang filsuf dan teolog terkemuka Islam.

Abu Hamid Al Ghazali lahir di Tus, bagian utara Iran sekarang, pada tahun 1056 M, di masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah. Pendidikannya diselesaikan di Nishapur, Iran dan Baghdad, Irak. Pada usia 33 tahun ia mengajar di Universitas Nizamiyyah, perguruan tinggi paling terkenal saat itu.

Pengalaman belajar dan mengajarnya yang sangat kaya, serta penguasaannya pada ilmu-ilmu filsafat tercermin dari konsep pendidikan yang ia rumuskan. Dalam risalahnya yang berjudul Ayyuhal wallad, dan Ihya Ulumuddin Al Ghazali banyak mengupas tentang pendidikan yang bertujuan untuk membuat manusia menjadi orang yang penuh ilmu pengetahuan dan baik secara moral. Berikut beberapa poin yang disarikan dari pemikiran Al Ghazali:

  1. Perjalanan menempuh pendidikan harus dimulai dari membersihkan jiwa dari prilaku yang tidak terpuji.
  2. Sifat merasa benar sendiri harus dijauhi dalam pendidikan, sebab ini akan menghalangi seseorang untuk mendapatkan pengetahuan
  3. Seorang murid seharusnya menguasai satu subjek ilmu pengetahuan terlebih dahulu sebelum berpindah mempelajari subjek yang lain
  4. Tujuan terpenting belajar adalah mencapai aspek spiritual.

Al Ghazali, sebagaimana Ibn Miskwayh, juga merumuskan kurikulum pendidikan Islam. Bagaimana dan apa saja kurikulumnya akan dibahas di artikel-artikel berikutnya bersama pemikiran para filsuf lainnya, masih  tetap dalam serial “Pendidikan Islam di Zaman Keemasan”

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.