Homeschooling: Pelajaran Seni dan Siluet Cahaya

Yezzz … kita ketemu lagi dalam cerita-cerita homeschooling keluarga kami. Seperti biasa, anak-anak nggak belajar per-mata pelajaran dengan cara konvensional. Kita belajarnya dengan bikin segala macam proyek belajar yang melibatkan kertas, selotip, lem dan … apalagi kalau bukan sampah-sampah sebagai ampas kegiatan. Hari ini anak-anak, terutama Ayesha dan Alifa mempelajari cahaya dan bayangan. Soal cahaya ini sebelumnya udah kita pelajari ya dengan menonton video pendidikan di Youtube. Sekarangg tinggal bikin buku siluet bayangan. Nah pelajaran ini merupakan gabungan antara pelajaran matematika, fisika dan seni. Jadi, Ayesha membuat cahaya lampu sorot dengan ukuran tertentu, dan di bawah cahaya itu dia harus menaruh sesuatu. Nah, penilaiannya di sini ada pada seberapa tepat Ayesha menempatkan objek yang terletak di bawah cahaya dengan yang tidak? Ada elaborasi pengetahuan matematika, fisika dan seni di sini.

Ayesha mengerjakan buku siluetnya

Hokeh, sekarang beralih ke Alifa. Misi homeschooling untuknya kali ini (salah satunya) adalah untuk memperhalus tulisan tangannya. Tulisan Alifa masih besar-besar, turun naik, kadang setiap katanya masih nyambung kaya gini: ibupergikepasartadipagimembelisayur. Nah, puyeng gak tuh membacanya. Hweleh … Makanya sekarang tujuan pelajaran menulis Alifa adalah untuk membiasakan dia menaruh spasi antar kata. Bagaimana bentuk belajarnya? Ya kayak gini, dengan menulis cerita tentang apa saja. Sengaja sih saya nggak ngajarin dia dengan cara lama kayak “Ini ibu Budi. Ibu Budi masak nasi. Nasi ditanak dalam kuali …eh, periuk. Pengen nyari cara lain aja ih. Maka, ketemulah cara ini yang juga bermanfaat untuk mengasah kemampuan berpikir sistematisnya. Jadi, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

(Yezzz … membuat cerita adalah metode belajar favorit saiaaah)

Kami bersama membuat Buku Kisah-Kisah Fantasi yang setiap halamannya berisi siluet-siluet gelap, dan di tengah siluet itu ada satu benda atau makhluk yang berwarna. Ini adalah pelajaran seni yang bisa dikatakan sangat filosofis. Inti dari pelajaran seni ini adalah, dalam masyarakat yang ‘terlalu common sense’ (kira-kira begitu ya), kehadiran satu orang yang memiliki pengetahuan khusus, yang mendalam, akan langsung menarik perhatian. In a monoton community, a unique person could be seen clearly So don’t be one of a million, but be one in a million.

Hokeh, kayake rumit banget ya pelajaran seninya, sebenarnya nggak juga kok. Suasana belajarnya saja berlangsung dalam riang gembira. Pesan lain dalam pelajaran seni kali ini adalah, semua yang diciptakan Tuhan itu sempurna. There is beauty in everything. So, find the beauty.

Sementara Mahreen hari ini (antara lain) belajar matematika (grafik) sederhana. Pembahasan lebih lanjut akan disampaikan nanti.

Kegiatan belajar dimulai pada pukul sebelas siang tadi dan baru berakhir pada pukul … 16.00 WIB. Udah lelah emak nungguin anak, yang namanya anak gak mau berhenti sebelum semua selesai. Apalagi kalau ngeliat ruang belajarnya yang kayak gini.

 

Itu baru bagian atasnya, belum bagian lantainya yang dipenuhi sampah potongan kertas, selotip, anak klip dan entah apa lagi. Telapak kaki emak nih sering jadi korban gigitan anak klip yang manjah-manjah-maju mundur cantik :v :v :v

ekspresi emak saat nginjak anak klip

Nah, setelah salat Ashar barulah kita semua melihat betapa oh wow kerennya hasil homeschooling hari ini.

Ekspresi emak

Ini foto-fotonya.

Anak-anak juga belajar benda-benda zaman dahulu yang udah jadi barang antik seperti gramofon dan becak tenaga manusia ini. Polanya saya cari di internet
Mahreen membuat kameranya sendiri lengkap dengan foto-fotonya. Just info: yang kelihatannya seperti gambar orang itu adalah foto saya :v :v :v *aku tersanjung
Buku siluet Ayesha dan Alifa
Salah satu halaman di buku siluet Ayesha. Bagian kucing yang berada di bawah cahaya tampak ternag dan berwarna, sementara yang tidak terkena cahaya, kelihatan hitam/gelap
Halaman siluet yang lain
Sampul depan Buku Kisah-Kisah Fantasi
Halaman dalam buku Kisah Fantasi. Ada gambar burung-burung hitam dan hanya satu yang berwarna
Halaman lain dalam buku Kisah-Kisah Fantasi
Narasi setiap cerita ditulis di lembar khusus. Sengaja dibuat di belakang alias tersembunyi, supaya pembaca berimajinasi dulu dengan gambarnya, sebelum membaca narasi. Lembaran ini ditulis Ayesha
Ini narasi yang ditulis Alifa
Saya menempelkan magnet di tutup buku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi yang ingin bikin buku semacam ini juga bersama anak, bisa dapatkan lembaran pdf-nya di sini dan di sini ya

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.