Cara Mengajar Matematika yang Mudah dan Menyenangkan

Bagaimana cara mengajar matermatika yang mudah dan asyik? Kuncinya satu: dekatkan dengan keseharian anak. Berikut secuplik pengalaman saya.

**

“Dimana botol air minum kita, Bu?” tanya Alifa saat beberapa hari lalu kami berkunjung ke ruang baca anak Pustaka Provinsi Sumbar. Para pengunjung tidak diperkenankan membawa tas dan makanan ke dalam ruang baca, jadi, semua barang disimpan dalam loker-loker pengunjung yang terletak di koridor dekat pintu masuk.
Sembari memberi kunci loker, saya memberi jawaban ke Alifa: “Botol air minum kita ada di dalam loker. Loker kita letaknya nomor tiga dari bawah, nomor dua dari kiri.”
Alifa berpikir sejenak lalu mengangguk. Ia pun pergi. Tak lama kemudian ia kembali.
“Ketemu?” tanya saya.
“Ya,” jawabnya.
Cerita ini sepertinya kedengaran tidak penting ya, tapi, bagi saya ini penting sekali, sebab, apa yang barusan saya bilang ke Alifa, sesungguhnya sebuah pelajaran menentukan titik koordinat. Sebenarnya bisa saja saya menemani dia mengambil botol air minum, tapi kalau itu saya lakukan, Alifa tidak belajar apa-apa, selain pemahaman bahwa emaknya akan mengurusi segala keperluannya, hingga ke hal terkecil, seperti mengambil botol air minum. Saya memilih opsi lain. Menjadikan kegiatan mengambil botol air minum sebagai bagian dari pelajaran matematika dan kemandirian.

Cara Mengajar Matematika yang Mudah dan Menyenangkan

Dunia luar sesungguhnya kelas belajar matematika yang menyenangkan. Anak akan mempelajari sesuatu yang sepertinya rumit, dengan cara yang mudah dan asyik. Saya sering membawa anak saya keluar dan mengajak mereka melakukan aneka kegiatan matematika. Seperti menghitung jarak tempuh perjalanan, menghitung uang kembalian, mengukur kecepatan, menghitung jumlah kalori dalam makanan, meminta mereka belanja ke pasar berdasar daftar belanjaan yang saya beri, menyusun menu berdasar anggaran, membeli kue atau pakaian sesuai budget yang saya beri, dan seterusnya. Pada akhirnya–terutama yang saya lihat pada Ayesha–dia menyusun rumus atau logika sendiri saat harus memecahkan sebuah persoalan matematika, dan berhasil menemukan jawaban yang benar. Pada dasarnya, matematika itu juga pelajaran kreatif, namun dengan sifat kreatif yang berbeda dengan seni. Untuk mencapai hasil empat misalnya, ada ribuan kemungkinan jalan, seperti 1+3, 2+2, 7-3, 1000-96, dst. Kedua belahan otak, hemisfer kanan dan kiri, bila ditinjau dari ilmu neuropsikolinguistik, sesungguhnya bisa memproses materi yang sama, namun dengan cara yang berbeda. Itu artinya, dua hal yang sepertinya selama ini bertentangan, eksakta dan seni, sebenarnya memiliki sifat-sifat yang sama, seperti kreatif dan logis, namun dalam bentuk yang berbeda.

Jadi, matematika itu sebenarnya pelajaran yang sangat kreatif, dan dengan begitu, bisa diajar dengan kreatif pula. 50% pelajaran matematika anak-anak saya terjadi di luar ruang, 20%nya melalui bacaan-bacaan matematika dan sisanya di ruang belajar kami di rumah. Saya percaya satu hal, jika anak banyak dibawa belajar matematika di luar, dia akan banyak melihat persoalan kehidupan seharian, dan kemudian mengembangkan logikanya sendiri untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.

Hidup tidak berjalan di ruang belajar. Hidup ada di luar sana.

Share Button

One Reply to “Cara Mengajar Matematika yang Mudah dan Menyenangkan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.