Materi Homeschooling: Mengukur Luas Denah Rumah

Materi homeschooling yang diposting kali ini masih berkisar seputar matematika. Nah, kalau kemarin saya memposting materi konsep matematika untuk Mahreen (5 th), sekarang untuk Alifa (8 th). Kali ini saya mengajarkan konsep perkalian dan pengukuran untuk dia. Mungkin ada yang berpendapat, apa tidak sebaiknya mengajarkan satu-satu konsep saja dulu? Yah, sebenarnya saya sudah mengajarkan satu demi satu konsep ini untuk dia, di antaranya melalui permainan congklak. Bahasa yang saya gunakanjuga diusahakan sesederhana mungkin, seperti: Nah, ini ada lima lubang yang masing-masingnya berisi dua kucing-kucing. Jadi, ada berapa jumlah kucing-kucing seluruhnya? Nah, begitu kira-kira ya. Dengan melihat dan mengalami langsung konsep operasi bilangan itu, membuat Alifa jadi lebih mudah memahaminya, dibanding langsung mengali pakai lambang bilangan (2,3,4 dst).

Nah, konsep serupa juga saya terapkan dalam pelajaran kali ini. Saya memberinya denah sebuah rumah. Alifa mesti mencari berapa luas setiap ruangan di rumah itu. Sulit? Enggak. Dia mengerjakannya dengan cepat sekali, dan di akhir pelajaran dia berkata: ternyata mengali itu mudah sekali ya, Bu. Pelajarannya asyik. Hanya pernyataan sederhana ini saja yang saya butuhkan dari anak-anak saya dalam belajar. Sebab, kalau mereka sudah merasa semua pelajaran itu asyik, mereka akan menjadi orang yang suka belajar. Kenapa anak kadang ogah-ogahan kalau disuruh belajar? Ya karena itu nggak asyik bagi mereka. Terasa seperti beban. Coba dibalik aja ke kita. Kalau sebuah pekerjaan terasa sebagai beban, kira-kira kita bakal senang hati nggak mengerjakannya di waktu berikut?

Saya membuat materi ini bersama tabel perkalian. Nah, tabel perkalian inilah kunci yang membuat materi ini asyik bagi Alifa. Ketika dia hendak mencari tahu berapa 2×3, dia cuma perlu melihat tabel. Cuma perlu menemukan titik koordinat hasil 2×3. Begitu menemukannya … hopla! dia senang karena proses menemukan jawabannya sangat mudah. Nilai plus dari tabel perkalian ini ada lagi, yakni, Alifa pelan-pelan mulai hapal hasil kali, karena terlalu sering memeriksanya. Jadi, saya nggak perlu capek-capek mnyuruh dia menghapal perkalian 1-100. Pada dasarnya, belajar membaca dengan belajar menghapal hasil kali itu sama aja prosesnya. Semakin sering anak berinteraksi dengannya, semakin mudah dan cepat ia memahami.

Jawaban Alifa.

Berikut ini adalah lembar materi Alifa yang bisa diunduh. Anda bisa memodifikasi soal-soalnya dengan membuat denah sendiri. Mungkin denah rumah anda, taman atau apapun. Buat soalnya di buku petak matematika supaya lebih mudah. Jangan lupa berikan tabel perkalian ini pada dia.

Selamat mengunduh

Materi Homeschooling

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published.