Apa Saja yang Saya Siapkan Untuk Mengembangkan Kreativitas Anak

Setiap anak terlahir kreatif. Ada yang sangat proaktif,  brak brik bruk sana sini, pokoknya kerjain aja dulu,  hasil belakangan  (kayak anak bungsu saya) , ada juga yang mikir dulu lama-lama baru mengerjakan sesuatu.  Apapun itu,  substansinya sama aja,  kreatif.

Kreativitas berkembang bersama seni.  Karena itu,  bila anda ingin anak menjadi kreatif, anda harus memberi pelajaran seni seluas-luasnya pada anak.  Membebaskan mereka  mengerjakan apa saja dari awal.  Nggak usah beri rule: “yang kamu bikin harus ada manfaatnya”,  karena tujuan pelajaran seni saat masih anak-anak adalah untuk mengembangkan kreativitas. Azas manfaat dengan sendirinya akan dipahami anak setelah mereka mulai masuk usia abg,  sekitar 10th+  dan akan secara otomatis membumi ke diri mereka saat itu.  Jika saat anak masih kecil kita sudah menerapkan aturan di atas,  sama artinya kita membangun pagar pembatas kreativitasnya.  Bagi anak kecil, apa saja yang mereka buat,  dalam pikiran mereka,  bermanfaat. Entah bermanfaat sebagai permainan atau apapun.  Saat anak berkarya sesungguhnya mereka tengah berupaya menerjemahkan konsep di pikiran mereka ke dunia nyata. Jadi,  apresiasi saja.

Ada banyak pelajaran seni untuk anak,  di antaranya,  melukis, membuat prakarya, mengukir, musik  menjahit, merajut, menulis kreatif. Beri saja semua pelajaran seni ini,  karena setiap pelajaran memberi manfaat yang berbeda.

Apa saja yang saya sediakan di rumah untuk mengembangkan kreativitas anak-anak? Ilustrasi yang saya buat berikut setidaknya bisa menggambarkan