Lembar Perjalanan

Baru kali ini saya secara khusus diminta oleh sekolah untuk memandu siswa-siswanya dalam sebuah karyawisata. Saya merancang materi worksheetnya, dan membantu anak melihat apa-apa yang penting untuk mereka perhatikan. Ada hal menarik yang terjadi, dan inilah yang ingin saya ceritakan.

Tempat yang kami kunjungi adalah keraton Yogya. Tujuan kunjungan supaya anak memahami sejarah keraton dan Yogya secara umum. Sebelum masuk anak-anak sudah saya bekali worksheet dan penjelasan cara mengisinya.

Kami dibawa masuk oleh seorang pemandu untuk mengunjungi beberapa museum di dalam keraton. Karena melihat setiap siswa membawa kertas, ia mempersilakan siswa bertanya agar ia bisa menjawabnya. Tentu maksudnya, supaya siswa bisa mengisi jawaban di kertas. Tapi, tak ada satu pun siswa yang bertanya, mereka malah sibuk memperhatikan semua barang di museum. Sang pemandu merasa heran, dia bertanya kok tidak ada yang bertanya, siswa kok pasif, dst. Akhirnya saya mendekati sang pemandu dan memberi penjelasan berikut.

Tak ada soal tanya jawab sejarah seputar nama, angka, atau tahun dalam worksheet karena anak bisa membacanya di buku atau di keterangan dalam museum. Yang ada dalam worksheet adalah lembar pencarian data. Anak dilatih untuk berpendapat secara merdeka mengenai benda apa yang paling menarik bagi mereka di museum, lalu menulis alasannya. Pendekatan belajar sejarahnya dari sini agar pelajaran itu lebih bermakna buat mereka. Jadi sejarah tidak sebatas hapalan, lebih jauh dari itu. Dari mempelajari satu benda, anak akan belajar sejarah secara umum.

Saya akan beri satu contoh.
Ada satu siswa yang tertarik dengan sebuah benda di Museum Pribadi Sultan. Benda itu ada saat penobatan sultan. Dari satu benda itu, ia tertarik mengetahui bagaimana prosesi penobatan berlangsung, dan ia menyimaknya dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, ketika diminta untuk menceritakan ulang, ia bisa menjelaskan, karena hal itu bermakna baginya.

See? Mengapa banyak siswa yang cepat melupakan apa yang ia pelajari di sekolah? Karena, boleh jadi, ia gagal mendapatkan makna dari pelajaran itu. Pelajaran itu tidak terhubung dengannya.

Ada hal-hal penting dalam pengajaran yang sebaiknya kita ketahui bersama agar tujuan pengajaran tercapai. Umumnya, hal penting ini berkaitan dengan proses penyampaian pesan.
1. Menurut sebuah studi, 90% pelajaran akan cepat terlupakan, beberapa jam setelah materi diberikan.

2. Pelajaran yang bertahan dalam memori adalah yang bermakna bagi siswa

3. Proses penyampaian pesan akan berlangsung baik bila sisi emosi anak disentuh, sebab, ruang belajar di otaknya bersebelahan dengan amigdala yang memproses emosi.

Belajar sesungguhnya menyenangkan, baik bagi guru maupun siswa, selama mereka bisa menarik makna dalam pelajaran itu.

Nah, lembar materi kunjungan itu sudah saya taruh di web, anda bisa mengunduh sebebasnya untuk anak atau siswa anda. Silakan mengunduhnya di sini

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.