Sains: Mengamati Alam

Anak-anak biasanya sangat antusias kalau diajak belajar di alam terbuka. Mungkin karena area bermain mereka jadi tak terbatas, dan hal-hal yang perlu dijelajahi sangat banyak. Saya suka mengajak anak-anak sekadar berjalan saja menikmati lingkungan sekitar rumah. Belajar di alam terbuka tidak berarti harus ke suatu tempat khusus, seperti mendaki gunung, berlayar, ikut perjalanan off road, dan yang lainnya. Cukup dengan membawa anak mengelilingi komplek atau desa saja sudah merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Bagi anak-anak, yang terpenting dalam pembelajaran itu adalah, dia bersama orang yang disayanginya. Anak-anak suka di dekat orang tuanya dan mendengar suara orang tuanya. Bagi anak, orang tua adalah dunia mereka.

Sembari berjalan, orang tua bisa menjelaskan tempat tinggal tetangganya. Misal, "Si A tinggal di ujung jalan, itu artinya di sebelah barat rumah kita," atau "Rumah-rumah di blok kita menghadap matahari terbit", dan seterusnya. Orang tua juga bisa membicarakan berbagai hal yang ditemui, seperti kupu-kupu cantik, pohon, bebatuan, atau bahan yang dibutuhkan saat membangun rumah, bila menemukan rumah yang sedang dibangun.

Selain bercakap-cakap, orang tua bisa membekali anak dengan materi belajar seperti yang saya sajikan berikut. Materi ini melatih kemampuan dasar anak untuk mengamati atau mengidentifikasi sesuatu. Materi belajar ini saya buat untuk Alifa yang saat itu masih berusia enam tahun. Seingat saya, kegiatannya sangat seru dan menyenangkan bagi Alifa. Kami bahkan baru lama sekali kembali ke rumah.